Mentan Bersaksi untuk Luthfi Hasan Ishaaq

Mentan Bersaksi untuk Luthfi Hasan Ishaaq
Menteri Pertanian Suswono menjawab pertanyaan wartawan usai menjadi saksi sidang suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dengan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/8). ( Foto: Antara / Wahyu Putro A )
Novy Lumanauw Kamis, 3 Oktober 2013 | 11:20 WIB

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono bersaksi untuk terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq dalam sidang perkara suap dan pencucian uang terkait penentuan kuota impor daging sapi impor tahun 2013 di Kementerian Pertanian (Kemtan) yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/10).

Suswono yang dimintai keterangan bersamaan dengan orang dekatnya, Soewarso dan Sekretaris Menteri Pertanian Baran Wirawan, kembali membenarkan perihal pertemuan di Medan pada 11 Januari 2013.

Menurut Suswono, pertemuan tersebut digagas oleh eks Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

"Dalam pertemuan ada terdakwa, ada Ahmad Fathanah yang saya kenal Olong, Soewarso, Maria Elizabeth Liman (Dirut PT Indoguna Utama), dan saya," kata Suswono dalam sidang.

Namun, Suswono juga kembali mengatakan, tidak ada pembicaraan perihal permohonan penambahan kuota impor daging sapi yang diminta oleh PT Indoguna Utama. Melainkan, hanya berdialog perihal data daging sapi.

Padahal, ketika bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah, Suswono mengaku dalam pertemuan di Medan pada tanggal 11 Januari 2013, Luthfi Hasan Ishaaq menyampaikan perihal kekurangan pemasukan daging sapi.

Walaupun, diakui tidak ada permintaan penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013.

"Seingat saya tidak (minta penambahan). Tetapi, jika soal kekurangan suplai, iya (disampaikan)," kata Suswono ketika bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/8).

Bahkan, Suswono mengaku perihal pertemuan di Medan dengan Dirut PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman tersebut adalah inisiatif Luthfi Hasan Ishaaq. Hal itu, diketahui dari sahabat dekatnya Soewarso yang menyampaikan permintaan pertemuan pada tanggal 10 Januari 2013 malam.

Pernyataan Suswono tersebut dibenarkan oleh Soewarso. Ketika bersaksi juga untuk terdakwa Ahmad Fathanah pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) tersebut mengaku permintaan pertemuan datang dari Luthfi Hasan Ishaaq.

Bahkan, diakui Soewarso pada tanggal 10 Januari 2013 malam bertemu dengan Maria Elizabet Liman untuk makan malam bersama. Ketika itu, Maria menyampaikan makalah perihal krisis daging untuk diserahkan kepada Suswono.

Seperti diketahui, dalam pertemuan di Hotel Aryaduta, Medan diduga ada pembicaraan mengenai permintaan penambahan kuota impor daging sapi oleh Maria.

Terdakwa Fathanah diduga menjembatani hubungan Maria Elizabeth Liman dan Luthfi Hasan Ishaaq. Dengan tujuan, Luthfi membantu perusahaannya mendapatkan penambahan kuota impor daging sapi. Mengingat, posisi Luthfi ketika itu sebagai Presiden PKS dan Mentan saat itu berasal dari PKS.

Pertemuan di Medan diduga sebagai realisasi dari permintaan tolong Luthfi. Untuk itu, Luthfi menerima hadiah atau janji berupa uang Rp 1,3 miliar melalui Fathanah. Uang tersebut dikatakan bagian dari total imbalan Rp 40 miliar yang dijanjikan Dirut PT Indoguna Utama.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE