Eep Saefullah Fattah.
Langkah SBY memperbanyak kursi wakil menteri juga dikritik.

Jero Wacik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral hasil reshuffle, dan Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan dinilai tidak layak menduduki kursi barunya saat ini, karena mereka berdua tidak mempunyai kompetensi sama sekali untuk mengurusi masalah  di dua kementerian tersebut.

Adalah pengamat politik Eep Saefullah Fattah yang mengungkapkan ketidaklayakan Jero Wacik tersebut. Menurut analisinya, dengan hasil reshuffle seperti sekarang ini, dia tidak yakin bahwa percepatan kinerja sebagaimana selalu dijanjikan oleh orang- orang SBY, bisa dicapai.

"Kita tahu bahwa yang bersangkutan sebagai tokoh memang cukup dikenal tapi dengan segala hormat, Beliau bukanlah orang yang berkompetensi dalam bidang tersebut, itu hanya pejabat simbolik saja akhirnya," kata Eep, usai menghadiri acara peluncuran buku "Panda Nababan Melawan Peradilan Sesat" di Jakarta, Rabu (19/10).

Eep juga mengkritik langkah SBY dalam memperbanyak kursi wakil menteri. Menurutnya, keberadaan wakil menteri tersebut justru akan memperlemah kinerja kabinet SBY di masa yang akan datang.

"Penambahan wamen itu akan menimbulkan kompleksitas birokrasi yang tidak sederhana, SBY telah melakukan parkinsonisasi dengan ini; membesarkan postur kabinetnya tapi di dalamnya tidak dalam kepentingan professional tapi politik, ini menghasilkan disfungsi," kata Eep.

Dahlan Iskan
Eep tidak sepenuhnya mengkritik hasil reshuffle cabinet yang telah dilakukan oleh SBY Selasa (18/10) kemarin. Menurutnya, ada satu hasil reshuffle yang tetap layak untuk dihargai, yaitu; dimasukkannya Dahlan Iskan dalam kabinet.

"Dari banyak hal yang kita perlu kritik, ada satu hal yang layak diapresiasi, yaitu masuknya Pak Dahlan Iskan menjadi menteri. Menurut saya, pilihan untuk ini memang harus diakui tepat. Dia cukup profesional dan layak untuk posisi tersebut," kata Eep.

Penulis: /SES