Ilustrasi kabel bawah laut

Kabel Bawah Laut 3 Operator Telekomunikasi Rusak Terkena Jangkar Kapal Liar

Ilustrasi kabel bawah laut (Istimewa)

Jakarta - Jaringan sistem komunikasi kabel bawah laut PT Telkom, PT XL Axiata, dan PT Moratelindo yang menghubungkan Indonesia–Singapura mengalami gangguan serius di perairan kecamatan Toboali, kabupaten Bangka Selatan atau 7,7 km dari garis pantai.

Gangguan terjadi akibat kabel bawah laut di area tersebut terputus tersangkut jangkar kapal yang sering beroperasi secara ilegal di area perairan tersebut. Galumbang Menak Simanjuntak, CEO PT Moratelindo, perusahaan yang mempunyai ijin atas jaringan sistem komunikasi kabel laut antara Jakarta–Bangka–Batam-Singapura (SKKL B3JS) mengungkapkan, kejadian putusnya jaringan sistem komunikasi kabel laut terjadi pada Sabtu 12 Oktober 2013, pukul 07.00 WIB.

“Jaringan putus diakibatkan oleh hantaman jangkar dari sebuah kapal berbendera Indonesia dengan empat awak berkebangsaan Thailand. Nama kapal tersebt MV Sentosa 99 milik PT Samudera Pacific Sentosa yang berdomisili di Jakarta,” kata Galumbang, di Jakarta, Jumat (18/10).

Dia menjelaskan, dalam dua bulan terakhir kabel laut perusahaannya telah putus sebanyak tiga kali. Ditengarai kerusakan tersebut disebabkan oleh kapal-kapal liar yang labuh jangkar sembarangan di perairan Batam dan kapal hisap liar yang melakukan penambangan di perairan Bangka.

Kerusakan ini akan mengakibatkan gangguan besar dalam sistem telekomunikasi nasional, yang berdampak tidak maksimalnya pelayanan yang diberikan tiga operator besar pengguna jasa jaringan kabel bawah laut tersebut (PT Telkom, PT XL Axiata, dan PT Moratel) kepada para pelanggan.

Rugi Hingga Rp 30 M
Galumbang mengungkapkan, kerugian akibat putusnya jaringan sistem komunikasi kabel laut ini, mengakibatkan tiga operator besar pengguna jaringan tersebut merugi hingga Rp 30 miliar setiap bulannya.

Adapun jaringan sistem komunikasi kabel laut yang putus di perairan kecamatan Toboali, kabupaten Bangka Selatan atau 7,7 km dari garis pantai itu dibangun pada tahun 2012 dengan nilai investasi hampir US$ 60 juta.

Menurut Galumbang, jaringan sistem komunikasi kabel laut Indonesia–Singapura merupakan solusi terbaik untuk menghubungkan dan mentransfer jasa telekomunikasi berkecepatan tinggi melalui inti 24 optik ke salah satu pusat bisnis tersibuk di Asia Pasifik.

Ketut Romadhi, CEO PT Ketrosden Triasmitra, perusahaan yang membangun jaringan SKKL B3JS mengungkapkan, putusnya jaringan kabel laut dipastikan akan banyak sekali layanan komunikasi seperti telepon, internet, dan layananan data yang terganggu.

Sebabnya, lanjut Ketut, untuk melakukan perbaikan atas jaringan kabel laut diperlukan waktu hampir satu bulan lamanya.

Tindakan Hukum
Untuk mencegah tidak terjadi lagi putusnya jaringan sistem komunikasi kabel laut yang menggabungkan Indonesia–Singapura, Moratelindo dan Triasmitra melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, dalam hal ini angkatan laut dan departemen perhubungan laut.

Saat ini, angkatan laut telah melakukan penahanan terhadap kapal yang disinyalir telah melakukan pemutusan kabel laut di perairan Toboali-Bangka. Adapun kapal tersebut adalah kapal survei yang mempunyai alat isap untuk melakukan penambangan pasir atau timah. Kapal tersebut juga mempekerjakan kapten dan anak buah kapal warga negara asing yang tidak mempunyai izin kegiatan dan kerja di wilayah indonesia.

Tentu, rusaknya jaringan sistem komunikasi kabel laut yang terjadi selama ini, juga disebabkan pencurian dan pemotongan kabel, yang kerap terjadi. Kondisi ini semakin parah ketika lalu lintas pelayaran semakin padat, ditambah dengan eksploitasi alam di sekitar kepulauan Batam dan Bangka, semakin tak terkendali.

Maka dari itu, Moratelindo dan Triasmitra juga akan melakukan upaya hukum baik pidana dan perdata terhadap pihak-pihak yang di sinyalir melakukan pemutusan jaringan kabel laut mereka.

Secara hukum, pihak-pihak yang merusak jaringan SKKL B3JS telah melanggar UU 39/1999 tentang Komunikasi, Pasal 38 jo 55, Tentang Perusakan Fasilitas Telekomunikasi.

Investor Daily

Imam Suhartadi

Investor Daily