Survei: Tingkat Kepuasaan Terhadap Kinerja Menpora Meningkat

Survei: Tingkat Kepuasaan Terhadap Kinerja Menpora Meningkat
Roy Suryo ( Foto: JG Photo )
Yeremia Sukoyo Senin, 21 Oktober 2013 | 15:54 WIB

Jakarta - Direktur Eksekutif Pol Tracking Institute, Hanta Yudha, menilai, walau belum setahun menjabat posisi Menteri Pemuda dan Olahraga, nama Menpora Roy Suryo berhasil melesat di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II.

Dalam hasil survei Lembaga Pol Tracking Institute, terkait tingkat kepuasaan masyarakat Indonesia terhadap kinerja Roy, masih lebih tinggi dibanding menteri lainnya.

"Berdasarkan tingkat kepuasan publik, Roy relatif tinggi dibanding menteri lainnya, meskipun persentasenya kecil sekitar 21,63 persen," kata Hanta, Senin (21/10).

Meski demikian, menurutnya, tingkat ketidakpuasan terhadap Menpora juga lebih tinggi, yakni sekitar 30 persen. Sedangkan sekitar 40 persen diantaranya banyak yang menjawab tidak tahu.

Survei Pol Tracking Institute dilakukan mulai 13 sampai 23 September 2013 secara serempak di 33 provinsi di Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 2.010 responden.

Dalam survei tersebut, margin of error diperkirakan sekitar 2,19 persen. Penarikan sampel survei menggunakan metode multi stage random sampling dan pengambilan data melalui wawancara tatap muka dengan kuisioner.

Pengamat politik dari Point Indonesia, Karel Susetyo, menambahkan, apresiasi publik terhadap kinerja Menpora di bawah komando Roy Suryo terasa lebih tinggi daripada sebelumnya. Hal tersebut disebabkan karena beberapa prestasi dunia olahraga mengalami sedikit kebangkitan, seperti cabang sepak bola, bulutangkis dan karate.

"Di tangan Menpora, konflik PSSI juga dapat diakhiri. Jadi, wajar kalau tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Menpora cukup baik," kata Karel.

Sayangnya, keberhasilan tersebut tidak diikuti dengan prestasi pembinaan pemuda. Masalah terkait kepemudaan banyak yang terbengkalai. Yang paling mengkhawatirkan adalah konflik internal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

"Sampai sekarang konflik tersebut masih jadi pekerjaan rumah bagi Kemenpora," tegas Karel.

Belum lagi, masalah-masalah sosial yang terkait dengan kepemudaan semacam tawuran pelajar, geng motor, dan wabah narkoba. Menurut Karel, Kemenpora harus bekerja sama dengan kementerian lainnya.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE