Logo dan maskot Hari Pers Nasional 2014.

Jakarta - Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 pada 9 Februari 2014 mendatang akan diselenggarakan di Bengkulu, tepatnya di kompleks bersejarah Benteng Marlborough.

Peringatan HPN 2014 akan menorehkan sejarah baru karena akan menjadi perayaan pertama yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan digelar di luar gedung.

Acara itu juga menjadi spesial karena lokasi benteng peninggalan Inggris yang akan dipakai akan tepat berusia 300 tahun pada Februari nanti.

Pemilihan Benteng Marlborough sebagai lokasi puncak peringatan itu dinilai pas dengan motto HPN 2014, yakni Pers Sehat Rakyat Berdaulat.

Motto tersebut mengandung makna pers harus menjadi benteng yang kuat demi terciptanya masyarakat yang sejahtera dan demokratis.

Bengkulu juga mulai berbenah menyambut acara itu. Institusi unsur Musyawarah Pimpinan Daerah Provinsi Bengkulu, seperti Kantor Gubernur, Komando Resor Militer (Korem), Kepolisian Daerah (Polda), sudah mulai melakukan persiapan.

“Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bengkulu akan menyiapkan kapal khusus untuk membersihkan pantai di sekitar benteng, terutama tempat pelepasan bibit penyu," kata Azwar Burhan, Ketua Panpelda HPN 2014.

Benteng Marlborough yang terletak di kawasan Pantai Paderi, Bengkulu, itu dibangun pada 1714. Pada papan nama banteng itu, tertulis “The historical heritage the British Colonization in Bengkulu 1714-1741.”

Sebelum dijajah Belanda seperti wilayah Nusantara yang kemudian bernama Indonesia ini, Bengkulu sempat dijajah Inggris.

Menurut kisah yang disampaikan petugas penjaga Benteng Marlborough, Bengkulu kemudian “ditukar guling” dengan wilayah New Amsterdam di Amerika yang setelah diambil alih oleh Inggris berubah nama menjadi New York pada 1665.

Nama New York itu diberikan sebagai penghormatan terhadap Duke of York yang kemudian menjadi James II.

Benteng Marlborough dibangun oleh Hindia Belanda pada 1713-1719 pada masa kepemimpinan Gubernur Joseph Callet. Benteng ini dianggap sebagai benteng terkuat kedua milik Inggris di wilayah timur setelah benteng St. George di Madras, India.

Nama Marlborough diberikan oleh pemerintah Inggris sebagai penghormatan terhadap John Churchil yang bergelar Duke of Marlborough I.

Pada awalnya benteng digunakan sebagai pertahanan namun kemudian beralih fungsi sebagai tempat perdagangan komoditas lada sekaligus pusat pengawasan jalur Selat Malaka.

 

Penulis: Febriamy Hutapea/FEB

Sumber:PR