Arsyad Sanusi.
Selain nama Dewi dan Arsyad, menurut kuasa hukum Masyhuri, nama Nesha dan Rara juga tak ada.

Empat nama saksi penting dalam kasus pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), termasuk Arsyad Sanusi dan Dewi Yasin Limpo, hilang dari Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) jaksa. Edwin Partogi, kuasa hukum salah satu terdakwa kasus pemalsuan surat MK, Masyhuri Hasan, curiga bahwa hilangnya empat nama tersebut sengaja dilakukan untuk menghilangkan aktor pemalsu surat MK yang sebenarnya.

"Dewi Yasin Limpo, Arsyad Sanusi, begitu juga Neshawati, kok tidak ada dalam BAP yang kami terima dari jaksa? (Padahal) Mereka berperan besar (dalam) terbitnya surat palsu tersebut. Nama-nama mereka juga sudah ada di BAP polisi," kata Edwin kepada wartawan Beritasatu.com, pagi ini.

Selain Neshawati Arsyad yang adalah anak Arsyad Sanusi, nama lain yang juga hilang adalah Rara, atau lengkapnya Kin Isura Ginting, yang merupakan cucu Arsyad dan bekerja di Bagian Keuangan MK. "Untuk Andi Nurpati, ada BAP-nya saya terima," ujar Edwin.

Menurut Edwin, BAP keempat nama saksi tersebut harusnya dia terima dari jaksa. "Mereka di-BAP itu kan untuk kepentingan pro-yustisia, supaya ada kasus ke pengadilan yang dasarnya SPDP dari polisi ke jaksa. Tapi kenapa meskipun sudah diperiksa, BAP atas keempat nama itu tidak ada?" kata Edwin.

Arsyad Sanusi, Neshawati dan Dewi Yasin Limpo, beserta Rara, pernah diperiksa oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri sebagai saksi, terkait kasus pemalsuan surat MK pada tahun 2009 yang lalu. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap mereka tersebut, sebagaimana diungkapkan Direktur I Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen (Pol) Agung Sabar Santoso, Juli lalu, dilakukan karena nama-nama mereka disebut banyak tahu mengenai pemalsuan surat MK tersebut.

Arsyad dan Nesha sendiri juga diduga terlibat dalam pemalsuan surat tersebut, karena berdasarkan hasil investigasi internal MK, diketahui bahwa pemalsuan surat MK tersebut dilakukan di apartemen Arsyad di kawasan Kemayoran. Sementara, salah satu terdakwa kasus pemalsuan surat MK ini sendiri saat ini, yaitu Masyhuri Hasan, sudah diajukan ke pengadilan, dengan persidangan yang saat ini sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi.

Adapun beberapa saksi yang sudah memberikan keterangan di pengadilan di antaranya adalah Matnur, bekas staf Andi Nurpati, serta Aryo, bekas sopir Andi Nurpati. "Kalau untuk sidang hari ini (Kamis, 3 Oktober), saksi yang akan diperiksa adalah Ketua KPU, anggota KPU Endang Sulastri. Ada empat pokoknya," kata Edwin lagi.

Penulis: /SES