Puluhan anggota TNI melakukan pencarian korban tanah longsor di Tinoor, Tomohon, Sulawesi Utara, Jumat (17/1). Sedikitnya 12 korban tewas akibat bencana alam tersebut.

Manado - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Utara, mengerahkan sekitar 100 tenaga dokter untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di provinsi itu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Suwesi Utara (Sulut) Dr J Waleleng, di Manado, Rabu (22/1), mengatakan dalam penanganan kesehatan warga korban banjir bekoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, kota maupun kabupaten.

"Selain itu juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, jajaran profesi seperti anak, kebidanan, bedah dan lainnya," kata Waleleng.

Waleleng menambahkan, para dokter tersebut sudah terjun ke masing-masing posko yang ada.

Kepala Rumah Sakit Umum Prof Kandou Dr Max Rondonuwu mengatakan, sejak hari pertama terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, pihaknya beserta IDI sudah turun tangan melakukan evakuasi bersama SAR.

Kemudian, sesudah itu bersama dinas kesehatan membentuk Posko kesehatan.

Rumah Sakit Kandou dengan IDI membackup itu, baik tenaga dokter penyakit dalam, bedah, anak, umum dan lainnya.

"Terdapat sekitar 51 posko kesehatan yang dibackup," kata Rondonuwu juga Wakil Ketua Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Regional Sulut, Malukut Utara dan Gorontalo.

Sulawesi Utara pada Rabu (15/1) ditimpa bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah daerah seperti Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Utara.

Bencana alam tersebut menyebabkan 19 orang tewas, ratusan rumah hanyut, 15 ribu orang mengungsi, serta 107 ribu jiwa terkena dampaknya dan kerugian material bidang infrastruktur mencapai Rp1,8 triliun.

Penulis:

Sumber:ANT