Pengoperasian Jalur Ganda Semarang - Bojonegoro Terancam Molor

 Pengoperasian Jalur Ganda Semarang - Bojonegoro Terancam Molor
Sejumlah pekerja memikul bantalan rel kereta api pada proyek pembangunan rel ganda jalur Pekalongan-Semarang, di Semarang, Jateng, Senin (30/9). Pembangunan rel ganda sepanjang 90 kilometer itu saat ini masih terkendala dengan masalah pembebasan lahan. ( Foto: Antara / R. Rekotomo )
/ FER Rabu, 29 Januari 2014 | 06:06 WIB

Jakarta - Pengoperasian jalur ganda lintas utara Semarang-Bojonegoro terancam molor karena pelaksanaan pengalihan dari rel tunggal ke jalur ganda (Switch Over/SO) di lintas itu, terutama di Stasiun Kradenan, tepatnya di antara Stasiun Jambon-Sulur di Kabupaten Grobogan, tertunda lagi.

"Penundaan disebabkan PT KAI tidak memberikan izin pemasangan rel ganda dengan alasan satuan kerja (Satker) Semarang-Bojonegoro belum memberikan dokumen kelengkapan sesuai prosedur," kata Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (28/1).

Sementara menurut pihak satker, kata Hermanto, semua dokumen sudah diserahkan sejak 17 Januari 2014 dan telah dilengkapi, sehari sebelum pelaksanaan Switch Over, Senin (27/1).

Dijelaskannya, penundaan ini merupakan yang ketiga kalinya sepanjang pembangunan jalur ganda lintas utara Semarang-Surabaya.

Penundaan pelaksanaan SO di stasiun Kradenan juga menyebabkan sekitar 900 pekerja yang sudah siap memasang rel, tidak jadi melanjutkan aktivitasnya.

Hermanto juga menyatakan, tiga poin yang dipersoalkan oleh PT KAI, hanya dibuat dan mengada-ada sebab semua berkas kelengkapan sudah dipenuhi.

Ia menunjuk klaim PT KAI yang menyebutkan tidak adanya berita acara hasil pemeriksaan bersama terhadap jalur rel ganda jalur Jambon-Sulur.

Padahal, menurut Hermanto, pemeriksaan bersama sudah dilakukan Satker dengan PT KAI.

"Bukti hasil pemeriksaan, fotonya ada. Sesuai MOU Ditjen Perkeretaapian dengan PT KAI. Satker telah melaksanakan semua yg menjadi Syarat ijin Switch Over. Prosedur SO seperti ini sudah dilaksakan sebanyak lima kali dan berhasil dengan baik," katanya.

Oleh karena itu, tegasnya, pihaknya akan segera melaporkan hal ini kepada Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) karena akan terjadi perlambatan dalam penyelesaian pembangunan jalur ganda utara segmen Semarang-Bojonegoro.

Dia juga mengungkapkan, bahwa penundaan SO ini tentu saja merugikan semua pihak karena selain berdampak pada terlambatnya penyelesaian pembangunan proyek, juga merugikan masyarakat karena perjalanan kereta api pada lintasan tersebut, tetap menggunakan satu jalur bukan dua jalur.

"Akibatnya perjalanan pada lintasan tersebut menjadi lebih lambat dari seharusnya," katanya.

Ia juga menyebutkan, rencana penyelesaian jalur ganda utara yang diharapkan akhir Maret 2014 ini bisa molor ke awal April 2014, dan belum termasuk kerugian materi karena sudah menyiapkan tenaga kerja yang mencapai 900-an orang.

Sumber: Antara
CLOSE