HM Lukminto, Raja Tekstil dari Solo Akan Dimakamkan di Karanganyar

HM Lukminto, Raja Tekstil dari Solo Akan Dimakamkan di Karanganyar
Lukminto, Bos Tekstil Sritek ( Foto: Istimewa )
IMR / AB Kamis, 6 Februari 2014 | 10:04 WIB

Solo - Raja tekstil dari Solo, HM Lukminto meninggal dunia di usia yang ke-67, Rabu (5/2) malam pukul 20.55 WIB. Pendiri sekaligus presiden komisaris PT Sri Rejeki Isman (Sritex) mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura.

Menurut Sumartono Hadinoto, juru bicara Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), organisasi sosial warga keturunan Tionghoa, pada Jumat (31/1), Lukminto bermaksud check up ke Singapura. “"Awalnya bapak hanya ingin check up, tapi tiba-tiba di sana kondisinya jadi lain dan Rabu (5/2) beliau meninggal,” katanya di Solo, Kamis (6/2).

PMS merupakan salah satu organisasi yang aktif digeluti Lukminto. Selain sebagai pengusaha ternama, Lukminto memang aktif di berbagai kegiatan sosial. Menurut Sumartono, saat meninggal, hanya anak tertua Lukminto yang menemani. “Hari Kamis ini keluarga akan menjemput jenazah,” kata dia.

Kabar duka tersebut terasa mengejutkan bagi kerabat dan kolega Lukminto. Sejak kabar itu tersiar tadi malam hingga pagi ini, rumah Lukminto di Baron, Solo didatangi pelayat. Sejauh ini, belum diperoleh kepastian kedatangan jenazah. “Mungkin kalau tidak Kamis sore ini, Jumat besok,” kata Sumartono.

Sebelum menjadi pengusaha tekstil sukses, Lukminto yang lahir di Nganjuk 1 Juni 1946 itu merupakan pedagang kain di Pasar Klewer. Baru pada tahun 1978 dia membangun pabrik tekstil di daerah Sukoharjo. Pabrik itu yang menjadi cikal bakal PT Sritex yang memproduksi seragam militer di 32 negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Prancis.

Lukminto meninggalkan lima orang anak, yakni Vonny Imelda Lukminto, Iwan Setiawan Lukminto, Lenny Imelda Lukminto, Iwan Kurniawan Lukminto, dan Margaret Imelda Lukminto. Kepada anak-anaknya, Lukminto mewariskan pabrik tekstil seluas 130 hektare dengan 40. 000 karyawan.

“Rencananya nanti akan dimakamkan di pemakaman keluarga. Pak Lukminto memiliki pemakaman keluarga di di Delingan, Karanganyar. Tapi kepastian pemakaman menunggu rapat keluarga terlebih dahulu,” tambah Sumartono.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE