Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali (kedua kanan), Sekjen PPP Romahurmuziy (kedua kiri) dan Ketua Dewan Pengarah Mukernas Lukman Hakim (kanan), menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II PPP di Bandung, Jabar, Jumat (7/2).
Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali (kedua kanan), Sekjen PPP Romahurmuziy (kedua kiri) dan Ketua Dewan Pengarah Mukernas Lukman Hakim (kanan), menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II PPP di Bandung, Jabar, Jumat (7/2).

Bandung - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/2). Mukernas akan berakhir Minggu (9/2).

Mukernas dibuka Ketua Umum (Ketum) PPP Suryadharma Ali (SDA), Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Mukernas dihadiri 253 peserta dari pengurus wilayah seluruh Indonesia, pimpinan fraksi DPR dari PPP, pengurus pusat partai. Hadir pula sejumlah gubernur, bupati/walikota dari PPP.

Tampak hadir juga Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz yang juga kader PPP dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Dalam sambutannya, SDA mengingatkan para kader agar pemilihan legislatif (Pileg), 9 April nanti jangan berakhir ratapan bagi PPP berupa tidak lolos ambang batas masuk parlemen (parliementary threshold) sebesar 3,5 persen. Pileg 2014 harus menjadi tahun kebangkitan bagi PPP. Dia meminta seluruh kader agar bekerja keras memenangkan Pileg.

"Jadikan Pileg 2014 merupakan era dari PPP. Kita rebut kemenangan," kata SDA di depan ratusan kader yang hadir.

Ia menegaskan betapapun PPP memiliki keterbatasan, tapi tidak boleh menyerah. Para kader harus optimistik dan bekerja keras untuk meraih kemenangan.

"Kita harus tetap optimis akan meraih kemenangan dalam Pileg. Mari kita bangkit," papar SDA yang juga Menteri Agama.
Menurutnya, PPP menargetkan meraih 12 persen suara pada pemilu nanti. Bahkan bisa mencapai 15 persen jika semua kader bekerja keras.

Pada penutupan Mukernas, Minggu (9/2), akan dideklarasikan SDA menjadi calon presiden (Capres) dari PPP. Saat ditanya kesiapannya menjadi Capres, dia engan berkoementar.

"Kalau ternyata Mukernas tidak menetapkan saya sebagai capres, bagaimana? Karenanya saya tidak terlebih dahulu mengatakan bersedia atau tidak bersedia, tunggu saja keputusan mukernas," tuturnya. 

Suara Pembaruan

Penulis: R-14/FMB

Sumber:Suara Pembaruan