Karyawan Freeport saat melakukan aksi mogok kerja beberapa waktu lalu.
"Gaji itu seharusnya tidak dibandingkan dengan pegawai (Freeport) lain di dunia..."

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan terus berusaha untuk merundingkan gaji karyawan Freeport sehingga mencapai kesepakatan. Di sisi lain, karyawan Freeport Indonesia diminta untuk lebih rasional dalam menentukan kenaikan gajinya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Praktowidagdo akhir pekan ini.

"Gaji itu seharusnya tidak dibandingkan dengan pegawai (Freeport) lain di dunia. Tapi bandingkan dengan gaji perusahaan tambang di Indonesia saja lah," ujar dia kepada wartawan.

Dia mengatakan, bila karyawan Freeport Indonesia membandingkan gajinya dengan negara lain, maka akan menjadi tidak sebanding.

Seperti yang diketahui, Serikat Pekerja Freeport Indonesia menuntut kenaikan upah menjadi $ 7,5 per jam atau naik 252 persen dari upah yang mereka dapatkan saat ini, atau dari sekitar Rp 6 juta per bulan menjadi sekitar Rp 18 juta Rp22,5 juta per bulan.

Sementara Freeport Indonesia menawarkan gaji sekitar Rp 11,6 juta per bulan.

Bila dibandingkan dengan tambang lain, salah satu karyawan Newmont Nusa Tenggara, Ari Burhanuddin mengatakan, upah kotor untuk karyawan Newmont di Sumbawa Barat untuk lulusan SMA dan nol pengalaman adalah sekitar Rp 7 juta per bulan.

Lebih lanjut Widjajono mengatakan bahwa dia akan terus mengusahakan untuk berkunjung ke Papua setelah kondisi keamanan di pulau ujung Indonesia tersebut stabil.

"Saya belum boleh kesana oleh pak Menteri (Jero Wacik). Katanya nunggu aman saja," pungkas dia.

Penulis: /WEB