Kabidpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar
SP3 selalu dikaitkan dengan analisa yuridis.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Boy Rafli Amar, mengatakan kalau pemberian Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada kasus penggelapan Nazaruddin tidak ada kaitannya dengan naiknya Timur Pradopo sebagai Kapolri.

"Tidak ada kaitannya. Kalau SP3 itu selalu dikaitkan dengan analisa yuridis, fakta-fakta. SP3 sesuai dengan KUHAP adalah pertama tidak cukup bukti, tidak ditemui unsur pidananya, kemudian bukan tindak pidana setelah disidik. Kadaluwarsa, seperti meninggal dunia. Itu unsurnya," kata Boy.

Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus Wisma Atlet Sea Games, lewat perusahaannya yang bernama Gunakarya Nusantara pernah memenangkan proyek fasilitas di Sekolah Polisi Nasional Mandalawangi, Banten, senilai Rp 3,5 miliar, sekitar tahun 2006-07.

Saat itu Kapolda Banten dijabat Timur Pradopo.

Nazaruddin juga pernah dijerat kasus penggelapan yang dilaporkan oleh pengusaha Nilla Suprapto, bahkan sempat berstatus tersangka di era Kapolri Bambang Hendarso Danuri, namun kasus itu di SP3-kan setelah Timur naik menjadi Kapolri.

Penulis: