Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD
Persoalan yang dihadapi sekarang masalah mentalitas dan moralitas

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan berlarut-larutnya segala permasalahan bangsa Indonesia hingga saat ini disebabkan karena rusaknya moralitas dan mentalitas para pejabat dan aparat penegak hukum di Indonesia.

"Jujur, saya bosan bicara tentang solusi permasalahan bangsa, saya sudah kehabisan teori dan buku untuk mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan di negara ini, semuanya sudah dikeluarkan tapi tidak selesai- selesai juga," kata Mahfud, dalam acara Seminar Nasional "Redormasi Hukum Nasional Solusi Mengatasi Permasalahan Bangsa" di Jakarta, hari ini.

Mahfud mengatakan dari segi substansi dan materi, hukum di Indonesia semuanya sudah bagus. "Persoalan yang kita hadapi sekarang bukan pada masalah itu lagi. Tetapi masalah mentalitas, moralitas dan etika etika dan moral. Kalau moral rusak akan ada aja akalnya mereka untuk mengakali pasal- pasal atau pun aturan hukum yang ada," tutur dia.

Ada satu fakta, kata Mahfud, yang bisa menunjukkan betapa buruknya moralitas dan mentalitas pejabat dan aparat hukum di Indonesia saat ini. Fakta tersebut adalah, banyak diterimanya permohonan uji materi undang- undang produk DPR di MK.

Dari catatannya, dari sekitar 406 undang undang yang diujimaterikan ke MK sampai dengan 9 November 2011 kemarin, 97 di antaranya dinyatakan inkonstitusional oleh MK.

"Itu terjadi karena ada jual beli dari orang yang berkepentingan dengan sebuah undang- undang, orang berkepentingan itu bisa beli pasal tertentu ke DPR, Jadilah uu yang dibuat itu inkonstitusional karena dibuat berdasar kehendak perorangan bukan kehendak rakyat, jadi memang sudah parah betul," papar Mahfud.

Oleh karena itu, Mahfud meminta semua pihak, penguasa, DPR, aparat penegak hukum untuk berhenti berteori dan berwacana untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada di Indonesia saat ini. "Mari berhenti berteori, tapi bertindak, itu saja," ujar dia.

Penulis: