SBY Resmikan Indonesia Peace and Security Center

SBY Resmikan Indonesia Peace and Security Center
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Wapres Boediono (kanan) menghadiri peresmian Kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul di Desa Sukahati, Citereup, Kabupaten Bogor, Jabar, Senin (7/4). Kawasan IPSC meliputi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Pusat Pasukan Siaga TNI, Pusat Penanggulangan Terorisme dan Deradikalisasi, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, Pusat Pengembangan Bahasa, Universitas Pertahanan, dan Pusat Olahraga Militer. ( Foto: Antara/Andika Wahyu )
Ezra Sihite / MUT Senin, 7 April 2014 | 14:58 WIB

Sentul - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan kawasan Kawasan Pusat Perdamaian dan Keamanan yang diklaim berkelas dunia atau Indonesia Peace and Security Center (IPSC) di Sentul di desa Sukahati, Citereup, Sentul, Jawa Barat (Jabar).

Pembangunan IPSC ini digagas pada 7 Februari tahun 2010 sejalan dengan rencana pembangunan kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Fungsinya, untuk mewujudkan Kekuatan Pokok Minimum (MEF) tahun 2010 hingga tahun 2014.

Presiden SBY juga saat itu berharap dibangunnya pusat pelatihan untuk pasukan perdamaian berskala dunia. SBY juga merupakan mantan pasukan penjaga perdamaian dunia.

IPSC dibangun untuk menunjukkan bahwa Indonesia ingin selalu mengambil bagian dalam perdamaian dunia. IPSC terletak di kawasan bukit Merah Putih di atas lahan seluas 261.569 hektar.

Dalam kompleks tersebut dibangun antara lain Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Markas Komando Pasukan Siaga Operasi TNI, Universitas Pertahanan Indonesia, Pusat Pelatihan Penanggulangan Terorisme dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudataan dan Komite Olahraga Militer Indonesia.

Peresmian ini dihadiri oleh lebih 600 pejabat negara maupun luar negeri. Hadir antara lain Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Moeldoko, Kapolri Sutarman, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan para pejabat dari jajaran parlemen, lembaga negera serta perguruan tinggi.

CLOSE