Seorang Turis Thailand Hilang Saat Diving di Pulau Komodo

Ilustrasi kegiatan menyelam (diving) di kawasan Labuan Bajo, NTT. (DiveIndonesia.net)

Oleh: YOS / FER | Jumat, 18 April 2014 | 06:14 WIB

Kupang - Seorang wisataan asal Thailand, Thapana Thirachar Cenpanaya, dikabarkan tenggelam dan hilang, akibat terseret arus deras saat melakukan penyelaman atau diving di perairan Gililawa Laut, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, (17/4) siang.

Agen PT Grand Komodo, Ketut Suatika menyampaikan, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita, saat korban bersama rekan-rekannya melakukan diving di perairan Gililawa Laut. Namun setelah selesai menyelam korban belum muncul.

Menurutnya, korban datang ke Labuan Bajo sejak Senin 14 April 2014 dengan mengunakan Kapal Komodo Plus milik PT. Grand Komodo dengan Nahkoda Samsudin asal Sape, Kecamatan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama tujuh orang ABK lainnya.

Bersama korban ada empat wisatawan lain dari Jerman yakni Mathias Baier (Jerman), Ralf banzaf dan Geoerg Kmett serta Alex Brenneisten asal Swiss.

"Korban diperkirakan hilang terseret arus pada saat melakukan diving. Selain itu, korban sebetulnya punya pengalaman menyelam lebih dari 100 kali dan menyandang predikat Dive Master," katanya.

Hingga berita ini dirilis, diperoleh kabar tim gabungan dari SAR Labuan Bajo, Pos TNI AL, KPPP Laut , Syahbandar setempat bersama PT. Grand Komodo masih melakukan pencarian wisatawan asal Thailand itu.


Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT