Penetapan Kursi DPRD Kabupaten Bekasi, Golkar Terbanyak

Penetapan Kursi DPRD Kabupaten Bekasi, Golkar Terbanyak
Ribuan simpatisan partai menghadiri kampanye terbuka Partai Golkar di GOR Ciracas, Jakarta, Selasa (18/3). ( Foto: Antara/M Agung Rajasa )
MKL Selasa, 13 Mei 2014 | 19:43 WIB

Bekasi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah menyelesaikan rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/5). Rapat pleno selesai sekitar pukul 17.30 WIB dan kursi terbanyak anggota DPRD Kabupaten Bekasi, diraih Golkar.

"Rapat berjalan dengan lancar. Hal ini dibuktikan dengan Model EB-2 yang berisi keberatan saksi partai, semua diisi dengan catatan nihil," ujar Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Idham Holik, usai rapat pleno.

Perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Bekasi dimenangi Partai Golkar sebanyak 10 kursi, diikuti PDIP delapan kursi, dan Gerindra tujuh kursi.

Sementara itu PKS, Demokrat dan PAN masing-masing memperoleh lima kursi. Selanjutnya, Nasdem tiga kursi, Hanura dua kursi, PKB dan PBB masing-masing satu kursi.

"Golkar mendapat kursi dua puluh persen dari total 50 kursi DPRD Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Lebih lanjut Idham mengatakan, ketika ada keberatan dan ada keputusan terkait perubahan yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), perolehan penetapan dapat diubah sesuai dengan keputusan tersebut.

"Keputusan politik apapun bisa digugat. Gugatan hasil Pemilu merupakan hak partai politik. Tentunya, proses gugatan itu berdasarkan fakta dan prosedur yang telah ditetapkan. Tidak semua bisa menggugat," imbuhnya.

Pihaknya berkeyakinan, tidak ada manipulasi data dalam proses Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu.

"Saya punya keyakinan, panitia adhoc (KPPS. PPS dan PPK) tidak berbuat tindak pidana. Tidak ada manipulasi data walaupun digugat, tidak masalah," katanya.

KPU Kabupaten Bekasi, belum mengetahui adanya gugatan yang didaftarkan ke MK terkait sengketa Pileg kali ini.

"Sampai hari ini, tidak tahu daftar gugatan di MK seperti apa. Saya yakin, semuanya sudah benar," imbuh Idham. 

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE