Presiden SBY (dua kiri) bersama istrinya, Ani Yudhoyono (dua kanan) dikalungi ulos oleh Pimpinan Tertinggi (Ephorus) HKBP Bonar Napitupulu (kiri) dan istrinya Tarapul Sinta Ria Sitanggang (kanan) dalam perayaan Jubileum 150 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Stadiun Utama Gelora Bung Karno, Minggu (4/12).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak masyarakat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) untuk selalu menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia, dan melarang tindak anarkistis dan pemaksaan kehendak antarumat beragama.

"Bersyukur pada hari yang bersejarah ini, kita semua dapat berkumpul bersama dalam perayaan 150 tahun HKBP. Selamat untuk segenap warga HKBP baik yang hadir atau tidak. Semoga HKBP terus berkembang dan berperan aktif dalam jalan Tuhan serta senantiasa menjaga kerukunan umat beragama," kata Presiden, dalam pidatonya pada perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (4/12).

Lebih lanjut, Presiden mengatakan, masyarakat Batak adalah pekerja keras dan religius. "Saya kenal betul masyarakat Batak. Masyarakat Batak Protestan juga  ikut mengawal pembangunan sejak masa penjajahan. Misalnya TB Simatupang, beliau adalah pejuang yang mengangkat senjata melawan penjajah belanda sekaligus tokoh yang disegani di gereja. Dan masih banyak lagi tokoh Batak lainnya."

"Sebagaimana kita ketahui bersama, setiap agama mengajarkan nilai-nilai luhur, kebaikan, dan kebersamaan. Kemajemukan bangsa kita sesungguhnya kekuatan dan anugerah dari Tuhan yang harus kita lestarikan," tambahnya.

"Karena itu, kita tidak boleh memaksakan kehendak, apalagi anarkis kepada saudara lain dalam menjalankan ibadah keagamaannya. Toleransi dan menghargai adalah harga mati. Dengan kemajemukan ini, kita pun jadi dihargai bangsa lain," terangnya.

Yudhoyono mengaku bangga dan senang melihat keharmonisan umat beragama yang ditunjukkan HKBP dengan umat beragama lainnya. Pemerintah terus mendorong, terciptanya kerukunan antaragama di Indonesia. Di tengah kemajemukan kita bisa hidup berdampingan. Kita harus tetap bersatu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

"Saya mengajak semua masyarakat HKBP untuk terus menjalankan kerukunan, memperbarui iman sebagai cerminan kasih Tuhan buat kita umatnya. Ini juga bukan hanya untuk masyarakat HKBP, namun juga semua masyarakat kristen dan umat agama lainnya di Indonesia maupun dunia," pungkasnya.

Sementara itu, Ephorus HKBP Pendeta Dr Bonar Napitupulu, dalam kata sambutannya mengatakan, bersyukur atas satu setengah abad yang dilalui HKBP.
"Masyarakat batak HKBP telah berkembang dalam kemajemukan beragama di Indonesia. Kami ikut berperan serta dalam pembangunan dan berjanji akan terus berpartisipasi."

"Selayaknyalah kita bersyukur atas anugerahnya sehingga HKBP tetap eksis. Bersyukur kepada Tuhan atas acara ini. Ini adalah titik awal agar jemaat HKBP menjadi berkat dan ikut dalam pembangunan bangsa. Karena itu, masyarakat HKBP harus taat pajak," katanya.
"Saya mohon, kepada bapak SBY agar HKBP diikutsertakan dalam pembangunan bangsa dan negara dalam sektor formal maupun nonformal. Karena kami juga punya putra-putri terbaik yang mampu membangun bangsa," tandasnya.
 


Penulis: