Badan Ekonomi Kreatif Diharapkan Menjadi Regulator Pengembang Ekonomi Kreatif

Badan Ekonomi Kreatif Diharapkan Menjadi Regulator Pengembang Ekonomi Kreatif
Yus Rabu, 5 November 2014 | 18:24 WIB

Jakarta - Meskipun tidak ada kementerian khusus untuk Ekonomi Kreatif, namun pemerintah Jokowi-JK menyediakan wadah khusus yang memperhatikan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Hal ini pernah disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago keesokan hari setelah pelantikan kabinet kerja di istana negara Jakarta pada 20 Oktober lalu.

Menanggapi kehadiran badan ekonomi kreatif ini, Koordinator Masyarakat Ekonomi Kreatif Indonesia (Maserati) Hasnil Fajril mengaku antusias dengan keberadaan badan ekonomi kreatif ini. Menurutnya, badan ini dapat mengakomodasi berbagai kepentingan dari pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

“Awalnya, kami berharap ada Kementerian Ekonomi Kreatif, tetapi ternyata tetap digabung. Kami kecewa namun akhirnya Presiden menyediakan badan ekonomi kreatif yang akan fokus dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ujar mantan anggota Pokja Ekonomi Kreatif Tim Transisi Jokowi-JK ini di Jakarta pada Rabu (5/11).

Hasnil berharap Badan Ekonomi Kreatif ini dapat berfungsi juga sebagai regulator yang membuat kebijakan seperti pemberian insentif kepada pelaku ekonomi kreatif, penyediaan akses ke sumber pendanaan dan permodalan, kemudahan mengurus masalah Hak Cipta (HAKI).

“Ketersediaan infrastruktur yang mendukung ekonomi kreatif dan membantu memasarkan produk ekonomi kreatif ke luar negeri, apalagi dalam beberapa bulan ke depan kami akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tambahnya.

Hasnil juga menekankan bagaimana hubungan dan koordinasi badan ekonomi kreatif dengan kementerian dan lembaga lain di mana anggaran ekonomikreatif ini tersebar di kementerian dan lembaga tersebut.

“Ini tantangan terbesar ketua badan ekonomi kreatif nantinya mengingat birokrasi yang ada di mana kementerian dan lembaga tersebut mempunyai kebijakan, strategi, program, target dan sasaran serta KPI masing-masing,” pungkasnya.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE