Pilpres 2014, Kekuatan Figur Dinilai Kalahkan Kekuatan Mesin Partai

Pilpres 2014, Kekuatan Figur Dinilai Kalahkan Kekuatan Mesin Partai
Suasana bundaran HI hari Selasa (22/7) tampak aman dan kondusif menjelang pengumuman hasil pilpres 2014 ( Foto: Suara Pembaruan / CRB )
Yustinus Paat Jumat, 2 Januari 2015 | 12:03 WIB

Jakarta - Pengamat politik dari IndoStrategi Andar Nubowo menilai momentum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 menunjukkan bahwa kekuatan figur mampu mengalahkan kekuatan mesin partai.

"Pertarungan pilpres 2014 adalah pertarungan ideologi, visi-misi capres (calon presiden) dan cawapres (calon wakil presiden) yang terpolarisasi dalam dua kekuatan yakni KMP (Koalisi Merah Putih) yang mendukung Prabowo-Hatta dan KIH (Koalisi Indonesia Hebat) yang mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK)," ujar Andar saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (2/1).

Menurutnya, pertarungan ideologis antara Prabowo-Hatta dengan Jokowi-JK sangat kuat sehingga ideologi yang diusung sangat mempengaruhi pilihan pemilih.

Andar mencontohkan Prabowo-Hatta cenderung menggunakan simbol-simbol ideologis keagamaan untuk menarik simpati pemilih. Sedangkan Jokowi-JK, katanya, menggunakan simbol-simbol ideologis yang bersifat nasionalis dan plural.

"Masyarakat tinggal memilih salah satu dari dua ideologi tersebut yang cocok dengan pandangan politiknya," katanya.

Pertarungan ideologi ini, lanjutnya, mengurangi praktik-praktik politik uang dalam Pilpres 2014.

CLOSE