Jadi Menko Perempuan Pertama dan Termuda, Puan Terima Muri

Jadi Menko Perempuan Pertama dan Termuda, Puan Terima Muri
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani berfoto bersama pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) Jaya Suprana setelah menerima penghargaan dari Muri di Jakarta, Selasa (27/1). ( Foto: Kemenko PMK / Kemenko PMK )
Asni Ovier / YS Selasa, 27 Januari 2015 | 22:22 WIB

Jakarta - Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) memberikan penghargaan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. Piagam diberikan bersamaan dengan HUT ke-25 Muri.

"Muri memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh di antaranya kepada Ibu Puan Maharani," kata pendiri Muri Jaya Suprana di Jakarta, Selasa (27/1).

Jaya menjelaskan, Muri menganugerahkan piagam kepada Puan karena dia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai menteri koordinator dan menteri koordinator termuda dalam sepanjang sejarah Indonesia.

Menanggapi penghargaan itu Puan mengatakan, piagam Muri yang diberikan kepada dirinya merupakan apresiasi yang cukup membanggakan bagi kaum perempuan Indonesia. Menurutnya, piagam Muri menjadi tantangan dan motivasi bagi dirinya untuk mengemban amanat saat ini.

"Piagam Muri yang diberikan kepada saya merupakan tantangan, tidak hanya buat saya, tapi juga seluruh perempuan Indonesia agar terus maju. Ini satu hal yang membanggakan untuk seluruh perempuan Indonesia," tutur Puan

Dalam kesempatan itu, Puan juga meresmikan Galeri Muri yang terletak di Mall of Indonesia. Peresmian Galeri Muri dilakukan bersamaan dengan ulang tahun ke-25 Muri, yang didirikan pada 27 Januari 1990.

"Keberadaan galeri ini sangat penting, karena di dalamnya dipamerkan benda atau karya seni dan sebagainya, yang pada gilirannya akan berguna bagi peningkatan pendidikan dan kemajuan masyarakat. Terlebih lagi, yang dipamerkan merupakan suatu hasil karya tertinggi anak bangsa," tutur Puan.

Menko mengatakan, kekayaan akan karsa dan karya anak bangsa tidak dapat diragukan mengingat besarnya potensi kekayaan alam dan letak strategis negara Indonesia.‎ Dengan demikian, ujar Puan, sumber pembelajaran dan kreatifitas dapat tumbuh dan berkembang dari respons kekayaan dan letak strategis tersebut.

Oleh karena itu, kata Puan, didirikannya Galeri Muri menjadi bukti bahwa pengelola museum itu sungguh-sungguh mau menjaga berbagai kekayaan karsa dan karya serta sekaligus mengajak anak bangsa untuk menunjukkan talenta dan prestasi terhebat dan unik untuk diuji dan diberikan penghargaan.

"Hal ini tentu sejalan dengan kebijakan pembangunan karakter bangsa sebagaimana yang dijalankan dalam pemerintahan saat ini, sehingga melalui kemampuan dan penghargaan atas karsa dan karya superlatif anak bangsa Indonesia tersebut dapat ditegakkan pilar-pilar semangat kebangsaan nasional kita," ujar Puan.‎

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE