Para demonstran di Jepang menyuarakan antinuklir.
"Kesepakatan tersebut berarti lebih 600 juta penduduk di kawasan Asia Tenggara bebas dari penggunaan dan ancaman penggunaan senjata nuklir."

Salah satu kemajuan yang  berhasil diraih selama masa kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN adalah berhasil dituntaskannya perundingan antara ASEAN dengan negara-negara pemilik senjata nuklir.

Marty Natalegawa, Menteri  Luar Negeri,  mengatakan Indonesia berhasil membuat kemajuan tersebut pada 2011 ini setelah mandeknya perundingan dalam 10 tahun terakhir.

"Hal tersebut terkait dengan akses negara-negara tersebut [pemilik senjata nuklir] kedalam protokol  Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara," kata Marty dalam  Pernyataan Pers Tahunan Kementrian Luar Negeri, yang dihadiri oleh  berbagai pejabat dalam maupun perwakilan duta besar asing di Jakarta, hari ini.

"Kesepakatan tersebut berarti lebih 600 juta penduduk di kawasan Asia Tenggara bebas dari penggunaan dan ancaman penggunaan senjata nuklir," kata Marty.

Sementara itu, sebagaimana komitmen yang disampaikan pada awal 2011, di bidang perlucutan senjata dan non-proliferasi misalnya, Indonesia terus memainkan perannya  sebagai salah satu negara yang konsisten upaya hal itu.

"Kepemimpinan Indonesia  melalui ratifikasi CTBT pada tanggal 6 Desember 2011 disambut baik dan  diapresiasi oleh masyarakat internasional," ujar Marty.

Ratifikasi Indonesia tersebut  bukan hanya mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari masyarakat internasional, tetapi semakin memperkuat posisi Indonesia untuk mendorong negara-negara lain dalam annex II untuk juga  meratifikasi CTBT tersebut.

Penulis: