Ilustrasi tower listrik
Pelaku menggunakan gergaji besi memotong empat titik tapak tower.

Satu tower interkoneksi PLN di Gampong Matang Sijeuk, Kecamatan Baktia Barat, Aceh Utara tumbang digergaji pada Sabtu (7/1)  sekitar pukul 23.00 WIB.

Tumbangnya tower No. 315 menyebabkan sembilan kabupaten yakni Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Pidie,  Aceh Besar, dan Banda Aceh padam pada malam itu..

"Kami sedang membuat tower cadangan darurat agar listrik segera menyala," sebut Manejer Hukum dan Komunikasi PT PLN (Persero) Wilayah Aceh Said Mukarram kepada Beritasatu.com hari ini.

Said menyebutkan, pelaku menggunakan gergaji besi memotong empat titik tapak tower. Di lokasi tiang ditemukan tiga mata gergaji besi, empat botol oli, dan tiga botol minuman kaleng. Robohnya tower ini menyebabkan pasokan listrik ke Banda Aceh ibu kota provinsi Aceh berkurang.

"Beban puncak di Banda Aceh 65 MW dan yang tersedia dari mesin sewa listrik sekitar 30 MW. Jadi akan ada pemadaman bergilir pada malam hari karena kekurangan arus listrik," ungkap Said.

Penulis: