Organisasi Pemuda Asia Afrika Terbentuk, Beni Pramula Terpilih Sebagai Presiden

Organisasi Pemuda Asia Afrika Terbentuk, Beni Pramula Terpilih Sebagai Presiden
Asisten Gubernur Jawa Barat Bidang Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Hadadi didampingi Kabid Pengembangan pada Asdep Peningkatan Sumber Daya Kepemudaan Kemenpora, Esa Sukma Wijaya menyerahkan penghargaan kepada Presiden OIC Youth Indonesia, Tan Taufiq Lubis atas terselanggaranya New Asia Africa Youth Conference 2015 di Gedung Sate Bandung, 22 April 2014 ( Foto: Istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 22 April 2015 | 15:03 WIB

Bandung - Konferensi Pemuda Asia Afrika Plus 2015 (New Asia Africa Youth Conference +2015) yang berlangsung pada 20-22 April 2015, ahirnya melahirkan sejarah baru. Para delegasi pemuda dari 21 negara yang menghadiri konferensi sepakat membentuk Organisasi Pemuda Asia Afrika atau Asian African Youth Government.

Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Beni Pramula terpilih sebagai Presiden Organisasi ini untuk periode 2015-2020.

“Seluruh perwakilan Pemuda Asia Afrika menyepakati untuk memberikan mandat kepada Beni Pramula sebagai Presiden dari Organisasi Pemuda Asia Afrika. Ini merupakan momen bersejarah dan membanggakan, karena para delegasi dari Pakistan, Mesir, Guinea, Malaysia, Filipina, Uzbekistan dan para delegasi negara lain memberikan kepercayaan kepada Beni Pramula,” ujar delegasi Bangladesh yang menjadi Pimpinan Sidang Konferensi, Mohammad Mohiuddin di Bandung, Rabu (22/4).

Beni Pramula berterima kasih karena sudah dipercaya memimpin Organisasi Pemuda Asia Afrika. “Hal yang terpenting, melalui organiasi ini pemuda di Asia dan Afrika bisa secara massif melakukan kerjasama, melakukan jejaring, memperjuangkan poin-poin rekomendasi yang telah ditorehkan selama konfrensi ini berlangsung,” tandasnya didampingi Kasubid pada Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan Kempora, Muslim.

Ia menambahkan akan segera menyusun kepengurusan dengan melibatkan banyak negara Asia dan Afrika, termasuk beberapa negara yang semula sudah mengkonfirmasi kehadiran di New Asia Africa Youth Conference +2015 ini namun batal karena terganjal visa.

Kepengurusan Organisasi Pemuda Asia Afrika ini nantinya akan dikukuhkan oleh Menpora Imam Nahrawi.

Seperti diketahui, Konfrensi Pemuda Asia Afrika Plus 2015 ini semula bakal dihadiri delegasi 43 negara termasuk perwakilan Australia dan benua Amerika. Namun, sebagian delegasi tersebut batal datang karena terganjal visa. Konferensi ini juga dihadiri ratusan delegasi dari organisasi kepemudaan dan kemahasiswan seperti Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII), IPPNU, IMM dan lainnya.

Selain membentuk wadah organisasi bersama, para delegasi pemuda Asia Afrika ini juga membuat deklarasi dan merumuskan rekomendasi kepada pemerintah se-Asia dan Afrika. "Rekomendasi yang paling penting kita sampaikan adalah agar negara Asia dan Afrika konsen mengatasi konfik, radikalisme, dan terorisme yang kini melanda. Kemudian memerkuat kerjasama pendidikan dan kebudayaan bagi kalangan muda,” tutur kata Tantan Taufiq Lubis yang juga merupakan President Organization of the Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia.

Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan Kempora, Mandir Ahmad Syafii mengapresiasi New Asia Africa Youth Conference +2015 ini dan bangga karena pemuda Indonesia telah mencatat sejarah karena mampu menghimpun pemuda-pemuda dari berbagai belahan Negara di Asia dan Afrika untuk berkumpul untuk merumuskan deklarasi dan membentuk organiasi kerjasama antar pemuda Asia dan Afrika.

“Kita akan mempelajari masukan dan rekomendasi dari para pemuda. Bagaimanapun, pemikiran dan kiprah kaum muda sangat diperlukan oleh setiap negara,” ujar Mandir didampingi Kabid Pengembangan pada Asedep Peningkatan Sumber Daya Kepemudaan, Esa Sukma Wijaya.

Sumber: PR
CLOSE