Mendagri Gamawan Fauzi (kiri) memantau proses pembuatan ktp elektronik (e-ktp) di Kec. Tikala, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (30/11)
Sisa KTP Elektronik yang belum selesai pada 2011, diselesaikan hingga April 2012.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengemukakan ada perkembangan dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik, namun diakuinya perkembangan itu sangat lambat.

Dari 67 juta target pembuatan pada 2011, baru 42 juta yang selesai hingga akhir Januari 2012. "Ya, sudah mencapai 42.285.937 jiwa atau 63 persen dari target sebesar 67.015.400," kata Gamawan di Jakarta, Rabu (1/2).

Ia mengakui pelaksanaan KTP Elektronik pada 2011 itu menemui beberapa masalah mendasar seperti lamanya proses pelelangan sampai penandatanganan kontrak. Selain itu, lamanya waktu konsorsium penyelesaian pengadaan barang.
 
Agar tidak terjadi seperti pada 2011 tersebut, pihaknya meminta konsorsium supaya menambah perangkat KTP Elektronik. Selain itu menambah tenaga teknisi serta menambah stok peralatan.

Ia menjelaskan sisa E-KTP yang belum selesai pada 2011, diselesaikan hingga April 2012.

"Sudah dituangkan dalam surat Mendagri kepada bupati walikota tanggal 20 Desember 2011," ujar Gamawan.

Sementara untuk tahun 2012, dia menegaskan harus mampu mencetak 105 juta KTP Elektronik. Jika itu tercapai maka pada akhir Desember 2012, sudah ada 172 juta KTP elektronik yang ada di masyarakat.

Penulis: