Ilustrasi Macan Tutul
Kami mengetahui binatang tersebut dari hasil rekaman video trap yang dipasang di sejumlah titik di kawasan hutan itu

Populasi macan tutul dan macan kumbang (panthera pardus) di kawasan hutan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Kabupaten Pandeglang, Banten, belum diketahui secara pasti karena tidak ada pendataan satwa.
    
"Kami mengetahui binatang tersebut dari hasil rekaman video trap yang dipasang di sejumlah titik di kawasan hutan itu," kata Hendra Purnama, seorang Petugas Evaluasi dan Data Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Labuan, Pandeglang, Banten, hari ini.
    
Hendra mengatakan, saat ini populasi kucing besar spesies khas Jawa yang tinggal di kawasan TNUK terbagi dua, yakni macan tutul dan macan kumbang.
Kedua jenis macan itu dipastikan berkembang karena berdasarkan hasil rekaman video trap mereka hidup berkelompok.
    
Selain itu juga makanan macan tutul, seperti kancil, rusa, anak banteng dan binatang lainya melimpah. "Kami yakin populasi macan tutul di TNUK berkembang biak, namun kami belum memiliki data secara pasti satwa itu," ujarnya.
    
Menurut dia, beberapa tahun lalu keberadaan macan tutul menjadi korban perburuan yang dilakukan warga sekitar TNUK. Hasil perburuan mereka dijual ke Jakarta berupa kulit atau taring dengan harga Rp7 juta sampai Rp8 juta.
    
Kepolisian setempat mengamankan dua pelaku perburuan macan tutul beserta barang bukti berupa kulit dan taring. "Petugas mengamankan pelaku dengan barang bukti berupa hasil perburuan berupa kulit macan tutul yang sudah dikeringkan," katanya.
    
Ia menyebutkan, petugas jagawana terus melakukan pengawasan ketat terhadap populasi macan yang dilindungi agar tidak diburu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
    
Selain itu juga mengadakan konseling dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan untuk menahan diri dari perburuan atau membunuh satwa yang dilindungi oleh pemerintah.
    
Selain itu juga warga setempat dilibatkan pengamanan. Selama ini, kata dia, pihaknya belum menerima laporan tentang berburu macan tutul. Macan tutul berukuran lebih kecil dari harimau Sumatera sangat buas juga tampak kokoh.
    
Adapun ciri-ciri macan tutul itu, lanjut dia, tubuhnya tertutup mantel rambut pendek tebal berwarna dasar kuning kecoklatan dengan pola totol hitam yang berbentuk seperti bunga.
    
"Biasanya, satwa ini menyerang mangsa dari persembunyiannya di atas pohon dan mematikan mangsanya dengan cara menggigit pada leher dan mendorongnya hingga roboh," katanya.

Penulis: /FEB