Upacara 17 Agustus di Perbatasan, Kehadiran Mendagri Disebut Spektakuler

Mendagri Tjahjo Kumolo (Antara/Andika Wahyu)

Oleh: Carlos KY Paath / FAB | Minggu, 16 Agustus 2015 | 07:48 WIB

Tarakan - Kepala Biro Umum dan Humas Kalimantan Utara (Kaltara), Basiran menyatakan spektakuler, saat disebutkan bahwa Menteri Dalam Negeri (mendagri), Tjahjo Kumolo akan hadir dalam dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, di Desa Long Nawang, Malinau, Kaltara, Senin (17/8).

"Spektakuler, bapak mendagri mau hadir dan menjadi inspektur upacara peringatan Proklamasi RI di Long Nawang," kata Basiran, saat berbincang dengan wartawan, di Tarakan, Kaltara, Minggu (16/8).

Long Nawang berada di Kecamatan Kayan Hulu, Malinau. Utara Kayan Hulu berbatasan dengan Kecamatan Kayan Hilir, selatan dengan Kecamatan Kayan Selatan, timur dengan Kecamatan Sungai Boh, dan di bagian barat berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Butuh dua jam perjalanan dengan menggunakan pesawat kecil untuk mencapai Long Nawang.

"Mengapa saya sebut spektakuler? Karena Long Nawang ini bisa dikatakan berada di pedalaman. Jalur darat tidak ada, selain pesawat," ujar Basiran.

Menurutnya, ini kali pertama ada menteri yang mengunjungi Long Nawang. "Sebelumnya enggak pernah ada yang menteri yang ke Long Nawang. Apalagi, ini momennya khusus, yaitu upacara peringatan kemerdekaan negara kita," ujarnya.

Dia menambahkan, awalnya, upacara bakal dilaksanakan di Sebatik, Kaltara.

"Tapi di Sebatik sudah sering dikunjungi pejabat pusat. Pak Pj (penjabat) Gubernur Kaltara, Triyono Budi Sasongko, usulkan acara digelar di perbatasan terisoiolasi, jarang dikunjungi pejabat. Disepakatilah di Long Nawang. Bapak mendagri setuju," imbuhnya.

Mendagri bakal tiba di Tarakan, Minggu (16/8) sore. Kemudian, pada Senin (17/8) pagi, mendagri beserta rombongan bertolak ke Long Nawang. Rencananya, Tjahjo akan menerima gelar kehormatan oleh Kepala Adat Besar Apau Kayan.

Sebelumnya, mendagri menyatakan, upacara HUT RI di Long Nawang telah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Iya, sudah diizinkan. Tapi memang hanya saya," kata Tjahjo.

Dia menambahkan, para menteri Kabinet Kerja yang lain bakal menghadiri upacara proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurutnya, upacara di perbatasan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme.

Pembangunan kawasan perbatasan, lanjutnya, mendapatkan perhatian khusus dari presiden, karena perbatasan merupakan garda terdepan sebuah negara.

"Target presiden, kan minimal tiga tahun wilayah perbatasan kita harus lebih baik, karena Nawa Cita membangun dari pinggiran. Saya kira, pinggiran itu ya dari perbatasan itu," tegasnya.

Dia mengungkapkan, warga di perbatasan cenderung lebih mendapatkan akses informasi dari negara tetangga.

"Setelah saya keliling ke semua perbatasan, Kalimantan Utara perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Masyarakat di perbatasan sana lebih memahami dan mengikuti berita dari negara-negara tetangga. Oleh karena itu, rasa nasionalisme ini ingin terus kita kumandangkan di wilayah perbatasan," ucapnya. 


Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT