Kadiv Humas Mabes Polri Saud Usman Nasution
Kadiv Humas Mabes Polri Saud Usman Nasution (sumber: Antara)
Mabes Polri membantah informasi yang menyebutkan seorang wartawan dipukul oleh anggota Polsek di Aceh Tenggara.

Pemukulan ini ironis karena terjadi bersamaan dengan Peringatan Hari Lahir ke-66 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kamis (9/2).

"Setelah kita telusuri dan kita cek di Polsek  setempat, ternyata bukan anggota Polsek yang bersangkutan (yang  memukul), tapi  ada masyarakat penduduk di situ, yang diduga mantan  anggota GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang melakukan penganiayaan kepada  wartawan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Saud Usman Nasution dikantornya, Jumat (10/2).

Hanya saja jenderal bintang dua ini tidak mengetahui nama korban, pelaku, serta motif pelaku penganiayaan itu.

"Kasusnya telah ditangani  Polres Aceh Tenggara dan mudah-mudahan nanti bisa diajukan ke  persidangan," lanjutnya.

Di kasus lain sebelumnya, pada Minggu malam (5/2), Andri Jufri, 21, kontributor Kompas TV di Makassar, Sulawesi Selatan, dikeroyok anggota gang motor di Jalan Bandang, Makassar.

Kejadian berawal saat Andri yang mengendarai sepeda motor sedang menepi di Jalan Bandang, untuk membalas pesan singkat di telepon selulernya. Tiba-tiba dia dihampiri beberapa anggota gang motor dan mereka langsung memukulinya.