Ilustrasi hutan di Kalimantan
Hasil yang menunjukkan bahwa hutan daratan rendah sekitar 63 persen yang diklasifikasikan baik, itu dinilai sedikit salah kaprah.

Hutan dataran rendah Kalimantan terancam semakin rusak oleh penebangan liar dan kebakaran hutan, terutama jika tidak ditindaklanjuti segera. Padahal, hutan dataran rendah adalah habitat utama untuk hewan-hewan langka Indonesia, seperti gajah kerdil, orang utan, serta badak.

Hal itu seperti disampaikan oleh Stephan Wulffraat, ekologis bagian konservasi hutan dan spesies, dalam diskusi "Heart of Borneo", di WWF, Jakarta, Selasa (14/02). "Hasil yang menunjukkan bahwa hutan daratan rendah sekitar 63 persen yang diklasifikasikan baik, itu sedikit salah kaprah," ujarnya.

Sebelumnya, adalah laporan indikator lingkungan dari HoB pada tahun 2008 yang menyatakan jika hutan dataran rendah dalam kondisi baik. Namun, menurut Wulffraat, sekarang (kawasan hutan itu) semakin jarang, karena penebangan liar dan kebakaran hutan.

"Sekarang keberadaan hutan dataran rendah sekitar 15-35 persen dari historical baseline (89.900 kilometer persegi). Diharapkan keberadaannya dapat meningkat ke tingkat baik sekitar 36-50 persen," tambah Wulffraat.

Harapan Wulffraat ini disebutkan berdasar, karena menurut hasil lapangan saat ia meneliti di Kalimantan, Wulffraat masih menemukan beberapa titik hutan dataran rendah yang masih primer. "Dengan 'Heart of Borneo', diharapkan hutan dataran rendah dapat bertambah. Kami usahakan supaya targetnya serealistis mungkin," tegasnya.

Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia dan masuk ke dalam kawasan Heart of Borneo. Heart of Borneo sendiri adalah inisiatif ketiga negara penghuni Borneo, yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam, untuk mengelola kawasan hutan tropis di Borneo, yang telah dilakukan sejak 2007 lalu.

Selama lima tahun terakhir, Heart of Borneo telah mengadakan program pengelolaan kawasan lintas batas negara, pengelolaan kawasan lindung, pengelolaan sumber daya alam (SDA), pengembangan ekowisata, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penulis: