Nurul Arifin, anggota Komisi II DPR RI (tengah)
Kesepakatan itu menyangkut waktu kampanye, penyusunan daftar calon  tetap (DCT), serta pemutakhiran daftar pemilih.

Anggota Panitia Kerja (Panja) dari Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin mengemukakan Panja telah menyepakati  sejumlah pasal mengenai tahapan persiapan Pemilu Legislatif (Pileg)  2014. Kesepakatan itu antara lain menyangkut waktu kampanye, penyusunan daftar calon  tetap (DCT), serta pemutakhiran daftar pemilih.

Menurutnya persiapan kampanye partai sudah dimulai pada Januari 2013-April 2014. Dalam hal  ini, bentuk kampanye terdiri dari dialogis dan sosialisasi yang dilakukan partai.

”Sedangkan kampanye akbar, pengerahan massa, dan kampanye calon legislatif dilaksanakan awal Maret 2014 hingga April sekitar 21 hari dengan masa tenang tiga hari sebelum pelaksanaan  pemungutan suara,” kata Nurul di Jakarta, Selasa (14/2).

Ia  menjelaskan Panja juga menyepakati sejumlah poin. Yakni, penyediaan data dan pemutakhiran data pemilih diberi rentang jarak waktu 8 bulan pada  Maret 2013-Oktober 2013. Selanjutnya, penyediaan data pemilih ini dilakukan Ditjen Adminduk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam  prosesnya, data awal akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu oleh  Ditjen Adminduk dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setelah diverifikasi, maka data tersebut diserahkan kepada KPU untuk  dimutakhirkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

Sedangkan untuk penyusunan daftar calon tetap (DCT), Nurul mengatakan, akan diberi jarak  waktu 5 bulan dengan asumsi, yakni sekitar Mei-September 2013.

Menurut Nurul, hal ini dilakukan agar partai-partai memiliki waktu untuk melakukan konsolidasi dan merekrut calon anggota legislatif yang berkualitas.

“Dengan waktu lima bulan itu, partai-partai sudah final menyusun dan menyerahkan DCT ke KPU. DCT yang sudah disusun dan ditetapkan oleh KPU, langsung diumumkan ke publik, agar publik bisa  menilai dan menyeleksi sendiri calon-calon tersebut. Jangka waktu antara  jadwal pengumuman oleh KPU dengan hari pemungutan adalah 7 bulan,” beber Nurul.

Lebih lanjut Nurul menjelaskan, setelah penetapan DCT pada September 2013, maka yang dilakukan adalah persiapan percetakan kertas suara. Ada  tiga fase, yakni pengadaan, pencetakan, dan pendistribusian kertas suara  yang di mulai Oktober 2013 hingga awal April 2014.

“Pada tahap  pertama, dilakukan pelelangan tender oleh KPU, dan KPU menentukan jenis  kertas, apakah perusahaan penawar mampu mengejar target waktu yang telah ditetapkan, serta jenis kertas yang digunakan dan harga kertas per lembar,” pungkas Nurul.

Penulis: