Kemhub Beli 11 Pintu Perlintasan Otomatis Senilai Rp 20 miliar

Kemhub Beli 11 Pintu Perlintasan Otomatis Senilai Rp 20 miliar
Pekerja PT KAI menggunakan alat berat melakukan pembangunan proyek jalur ganda kereta api di Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 16 Oktober 2015. ( Foto: Antara/Septianda Perdana )
Thresa Sandra Desfika / MUT Senin, 9 November 2015 | 14:07 WIB

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menandatangani kontrak pengadaan 11 pintu perlintasan sebidang senilai Rp 20 miliar dengan PT Pulung Karya pada Senin (9/11). Pengadaan tersebut, dalam rangka peningkatan keselamatan penyelenggaraan perkeretaapian di wilayah Jawa dan Sumatera.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko mengatakan, dalam daftar belanja Direktorat Jenderal Perkeretaapian, program pengadaan palang pintu tersebut berjumlah 43 unit. Akan tetapi, pada realisasinya baru 11 pintu yang sudah terkontrak, sementara sisanya yang berjumlah 32 unit masih dalam tahap pelelangan.

“Untuk satu pintu itu ada yang single, ada yang double. Untuk double itu bagi perlintasan yang panjang. Satu pintu single harganya adalah Rp 1,6 miliar, sementara yang double itu Rp 2 miliar. Untuk 11 pintu itu kombinasi single dan double. Total pengadaan 43 palang pintu bisa dikalikan angka tersebut,” kata Hermanto di Jakarta, Senin (9/11).

Hermanto menjelaskan, 11 pintu yang dipesan dari Pulung Karya itu ditargetkan selesai dalam kurun waktu 60 hari atau dua bulan sejak kontrak ditandatangani. Nantinya, 11 pintu tersebut, lima di antaranya akan ditempatkan di perlintasan double track di Jawa dan enam pintu lainnya ditempatkan di perlintasan single track di Sumatera. Penentuan lokasi penempatan itu berdasarkan wilayah yang ramai baik dari segi perlintasan KA maupun dari segi lalu lintas kendaraan.

“Daerah yang memiliki data historis kecelakaan tinggi juga menjadi perhitungan kami dalam menentukan pemasangan pintu perlintasan baru ini,” ungkap dia.

Hermanto menyatakan, 11 pintu perlintasan yang dipesan ini memiliki teknologi canggih karena dilengkapi dengan early warning system yang dioperasikan secara semi otomatis. Teknologi warnin system ini menerapkan mekanisme pemasangan alat pendeteksi (wheel detector) kereta api pada lintasan rel dengan jarak 1.000-1.500 meter (m) dari pintu perlintasan.

Wheel detector akan berfungsi memberikan peringatan peringatan atau alarm kepada penjaga perlintasan ketika kereta melintas dengan jarak sekitar 1.000-1.500 m dari pos penjagaan. Sementara kondisi perlintasan yang ada saat ini adalah penjaga pintu perlintasan memanfaatkan cara manual yakni, menghapal atau mengingat jadwal perjalanan kereta api,” kata Hermanto.

Ia melanjutkan, untuk pintu baru tersebut, nantinya pun akan ada pelatihan bagi penjaga pintunya lantaran menggunakan teknologi baru. Biaya pelatihan tersebut dimasukkan dalam nilai kontrak 11 pintu perlintasan itu.

“Sementara untuk perawatannya, akan dilakukan dahulu oleh pemerintah. Setelah PT KAI nanti siap, maka akan kami serahkan perawatannya kepada mereka,” ujar Hermanto.

Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE