Soni Sumarsono Lantik Penjabat Wali Kota Manado

Soni Sumarsono Lantik Penjabat Wali Kota Manado
Kota Manado, Sulawesi Utara ( Foto: Suara Pembaruan )
Margaretha Feybe L / Fanny Waworundeng / JEM Selasa, 8 Desember 2015 | 11:39 WIB

Manado - Penjabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Soni Sumarsono melantik Royke Octavian Roring sebagai Penjabat Wali Kota Manado menggantikan Vicky Lumentut yang masa jabatannya berakhir 8 Desember 2015. Pelantikan dilakukan di Graha Bumi Beringin Manado, Selasa (8/12).

Hadir dalam pelantikan itu Forum Kooordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) Provinsi Sulawesi Utara, Forkorpimda Kota Manado, para anggota DPRD Manado, pejabat Pemprov Sulut dan Pemkot Manado, serta undangan lainnya.

Soni meminta Penjabat Wali Kota Manado dapat menindaklanjuti program-program pembangunan pemerintahan sebelumnya serta menyukseskan pelaksanaan pilkada pemilihan wali kota dan wakil wali kota Manado 9 Desember 2015.

“Program-program pemerintahan sebelumnya, di bawah kepemimpinan Wali Kota Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Harley Mangindaan, dapat ditindaklanjuti oleh penjabat wali kota. Tugas penting lainnya adalah menyukseskan pilkada wali kota dan wakil wali kota Manado,” katanya.

Royke Octavian Roring adalah pejabat senior Eselon IIA di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang bertugas sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Masa jabatan penjabat wali kota Manado akan berakhir setelah pelantikan wali kota dan wakil wali kota Manado tahun 2016 mendatang.

Pelantikan penjabat wali kota dilanjutkan dengan serah terima kepemimpinan Wali Kota Manado dari Vicky Lumentut kepada Royke Roring. Dilanjutkan dengan serah terima Ketua Tim Penggerak PKK dari Paula Lumentut Runtuwene kepada Fenny Roring Lumanauw. Acara disaksikan Penjabat Gubernur Sulawesi Utara Soni Sumarsono dan Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Utara Tri Rachayu Sumarsono.

Pelantikan penjabat wali kota Manado ini merupakan pelantikan penjabat bupati/wali kota yang kedua sesudah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Dalam rangka pilkada serentak 9 Desember 2015, sebanyak tujuh bupati/wali kota di Sulawesi Utara mengakhiri masa jabatannya dan diganti oleh penjabat bupati/wali kota.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE