Seorang pria duduk di belakang dereten buku karya Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Taufiq Kiemas, yang berjudul "Empat Pilar untuk Satu Indonesia" saat peluncurannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga, menyerukan agar Prinsip Empat Pilar Kebangsaan yang disampaikan Ketua MPR Taufiq Kiemas tidak hanya dijadikan sebagai retorika.

Namun jargon itu menjadi alat utama untuk mendukung kemajuan bangsa dan negara.

Berbicara dalam diskusi dan peluncuran buku Empat Pilar untuk Satu Indonesia; Visi Kebangsaan Taufiq Kiemas di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/2).

Theo menyatakan bahwa Empat Pilar Kebangsaan -Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika- adalah hal penting.

Akan tetapi, dia mengingatkan hal itu tidak hanya menjadi slogan, namun harus menjadi ukuran konkret dan praksis.

"Harus ada ukuran yang konkret. Salah satu ukurannya adalah dalam pembuatan UU atau kebijakan, dalam pengawasan pelaksanaan UU, serta evaluasi dan monitoring," kata Theo.

Praksis itu harus mampu menjamin bahwa cita-cita Empat Pilar Kebangsaan bisa dilaksanakan dengan baik, kata dia.

Pada kesempatan itu, dia mengatakan Empat Pilar Kebangsaan harus bisa menjadi solusi bagi masyarakat di tengah kecenderungan terjadinya kesenjangan strata sosial masyarakat di bidang ekonomi.

Kondisi saat ini adalah perekonomian berkembang, namun di saat yang sama terbangun kesenjangan lebar di antara masyarakat 'the have' dan yang tidak.

"Empat pilar penting dalam konteks globalisasi. Sejauh mana empat pilar bisa memanfaatkan globalisasi demi pembangunan bangsa? Kalau tidak dijalankan dengan benar, kita akan kalah dan hanya menjadi pecundang globalisasi," tukas dia.

Yasonna H Laoly, Pembicara lainnya dalam diskusi itu, mengatakan Empat Pilar Kebangsaan harus dipandang sebagai gerakan nasional untuk membangun dan membangkitkan kembali pemahaman tentang Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bangsa.

Hal itu akan berlanjut pada tindakan sadar akan Konstitusi, merajut kebhinekaan, serta memperkokoh komitmen kebangsaan dalam bingkai NKRI.

"Suatu gerakan yang sangat diperlukan di tengah-tengah kerisauan dan kegalauan tentang berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara, akhir-akhir ini," kata Yasonna, politikus PDI Perjuangan.


Penulis: