Beberapa warga membawa barang barang mereka yang selamat ke luar rumah di kawasan yang terkena banjir bandang, di Jorong Sawah Laweh, Nagari Simpang, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumbar, banjir bandang terjadi pada Rabu sore tersebut membawa ratusan kubik kayu gelondongan dari Bukit Macang melalui Sungai Muluah sehingga menghancurkan puluhan rumah dan sejumlah rumah ibadah mengakibatkan ratusan kepala keluarga mengungsi di tiga nagari di kecamatan Simpati.  FOTO : Iggoy el Fitra/ANTARA
Belasan rumah penduduk dan puluhan ekor sapi di Simpang, Nagari Simpang, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, diterjang banjir bandang pada Rabu (22/2) sekitar pukul 18.30 WIB. 

Banjir bandang menerjang dua lokasi di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Lokasi bencana ada dua titik, Kampung Maringgiang, Jorong Bungo Tanjuang, Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari dan Kampung Simpang 3, Marambuang Nagari Simpang, Kecamatan Simpati.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BBPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, hingga saat ini pendataan masih terus dilakukan.

"Dilaporkan tidak ada korban meninggal," jelasnya, Kamis (23/2).

Sekitar delapan rumah dan satu musala hanyut dan sekitar 200 rumah rusak. Satu jembata nputus dan jalan Simpati Malampah putus.

Sutopo menambahkan, sedikitnya ratusan warga setempat mengungsi di masjid, gedung SMPN 1 Simpati, dan SD 1 Simpati.

Banjir bandang terjadi akibat hujan lebat sejak Rabu siang. Banjir setinggi lima meter membawa kayu gelondongan dan material debris dari bukit Rimbo Malapah.

Menurut Sutopo, BPBD Kabupaten Pasaman bersama Tagana, TNI, Polri, PMI, dinas-dinas terkait dan masyarakat telah berada di lokasi memberikan bantuan penanganan bencana.

Kepala BNPB sudah menginstruksikan agar BPBD Sumatra Barat dan BPBD kabupaten/kota terdekat seperti BPBD Kabupaten Pasaman Barat, BPBD Solok, dan BPBD Agam segera memberikan bantuan.


Penulis:

Sumber:Antara