Abdullah Azwar Anas Menang Lagi di Pilkada Banyuwangi

Abdullah Azwar Anas Menang Lagi di Pilkada Banyuwangi
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas (kiri) berduet dengan musisi jaz Andre Hehaunsa dalam Jazz Ijen Banyuwangi di area perkebunan Tamansari, Desa Jambu, Kecamatan Licin, tak jauh dari kaki Gunung Ijen, 22 Agustus 2015. ( Foto: BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim )
Aries Sudiono / Jeis Montesori / JEM Jumat, 18 Desember 2015 | 08:47 WIB

Banyuwangi - Abdullah Azwar Anas yang berpasangan dengan Yusuf Widiatmoko, menang mutlak dengan meraih 88,96 persen atau 680.365 suara kemenangan, dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Banyuwangi, Jawa Timur yang digelar melalui pilkada serentak 9 Desember lalu.

Pasangan petahana tersebut, mengalahkan pesaingnya pasangan Sumantri Sudomo-Sigit Wahyu Widodo yang hanya meraih 11,03 perse atau 84.431 suara.

Total pemilih sah sesuai daftar pemilih tetap (DPT) yang tercatat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi sebanyak 1.304.745 suara.

Ketua KPU Banyuwangi Syamsul Arifin, yang dihubungi SP, Jumat (18/12), menjelaskan, perolehan itu berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang dilaksanakan KPU Banyuwangi, Kamis (17/12).

Dikatakan, total suara sah 764.796 suara dan surat suara yang tidak sah 11.699 suara.

Dilihat dari perolehan suara yang masuk, Syamsul Arifin mengakui angka partisipasi pemilih rendah hanya sekitr 59,47 persen dari total DPT.

“Salah satu penyebab rendahnya partisipasi pemilih, karena pemungutan suara diselenggarakan di tengah-tengah hari kerja yang diliburkan,” katanya.

Untuk pemilu yang akan datang, Pemerintah dan DPR, lanjutnya, perlu memikirkan jadwal pemilihan jangan di tengah-tengah hari kerja walaupun diliburkan.

“Lha kalau digelar Rabu, Kamis dan Jumatnya mereka harus kembali bekerja. Kalau bekerjanya di luar kota, mereka terbukti memilih golput,” ujar Syamsul Arifin.

Menurutnya, banyaknya golongan putih (golput) disebabkan warga yang tetap memilih tidak kembali pulang karena bekerja di luar daerah.

Sementara itu dalam proses rekapitulasi, Kamis, tersebut, Ali Firdaus salah satu saksi dari pasangan Sumantri-Sigit, memilih meninggalkan ruangan rapat pleno terbuka karena rekapitulasi penghitungan suara itu dinilai dipaksakan dan tidak netral.

KPU Banyuwangi menurut Syamsul Arifin akan mengecek ke Mahkamah Konstitusi, apakah ada gugatan atau tidak atas hasil rekapitulasi Pilkada Banyuwangi 2015.

“Kalau dalam tiga hari tidak ada gugatan, ya akan kita lanjutkan dengan rapat pleno penetapan pemenang dan kemudian kita kirimkan hasilnya ke DPRD Banyuwangi untuk proses pengesahan,” tambah Syamsu

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE