KM Marina Tenggelam, BMKG Klaim Sudah Berikan Informasi Kondisi Cuaca dan Gelombang Laut

KM Marina Tenggelam, BMKG Klaim Sudah Berikan Informasi Kondisi Cuaca dan Gelombang Laut
Nelayan menyerahkan pelambung milik KM Marina Baru 2B yang ditemukan kepada tim SAR di Teluk Bone, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 22 Desember 2015. Antara/Jojon
Yeremia Sukoyo / CAH Selasa, 22 Desember 2015 | 19:22 WIB

Jakarta - BMKG klaim telah memberikan informasi kondisi cuaca dan ketinggian gelombang laut kepada stakeholders. Dari informasi yang dibagikan, telah mengetahui ketinggian gelombang di setiap wilayah perairan‎.

Penegasan tersebut disampaikan ‎Kepala BMKG, Andi Eka Sakya pada saat memberikan klarifikasi tenggelamnya kapal KM Marina‎ di perairan Teluk Bone Sulawesi Selatan, 19 Desember 2015 lalu.

‎Menurut Andy, Stasiun Meteorologi Maritim di Paotere Makassar pun telah menyampaikan informasi dan update informasi ketinggian gelombang kepada stakeholders. Bahkan satu hari sebelumnya hingga satu minggu kedepannya.

"Selain memberikan informasi maritim untuk seminggu kedepan, kita juga update informasi tersebut di website kami (www.bmkg.go.id atau meteo.bmkg.go.id), hal ini kita lakukan untuk menyediakan informasi guna kepentingan keselamatan transportasi di darat, laut, maupun udara," kata Andy, Selasa (22/12).

Dikatakan, selama ini pihaknya juga update informasi cuaca saat atau setelah kecelakaan terjadi. Informasi tersebut digunakan untuk membantu tim KNKT dan Basarnas untuk melakukan proses investigasi kecelakaan dan evakuasi.

Menurutnya, Stasiun Meteorologi Maritim juga telah melakukan tugas dan tanggungjawabnya untuk memberikan informasi dan update ketinggian gelombang kepada para stakeholders.

Semua untuk dijadikan pedoman apakah suatu kapal mendapatkan persetujuan untuk berlayar apa tidak, dimana yang memiliki kewenangan terhadap hal tersebut adalah Syahbandar pada Unit Pengelola Pelabuhan Kolaka, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.

Berdasarkan data satelit bahwa tinggi gelombang laut pada 19 Desember 2015 jam 07.00 hingga 19.00 tinggi gelombang di sekitar lokasi kecelakaan 0.5-1.5 m (kategori rendah-sedang).

Sementara di sekitar lokasi kejadian kecelakaan kapal, kondisi cuaca berawan banyak dan kecepatan angin 27-45 km/jam (kategori sedang-sangat kencang) dari Barat-Barat Laut. Kondisi awan banyak ini berpotensi terjadi gelombang maksimum mencapai tiga meter.

"Tidak ada lembaga dunia yang dapat mencapai tingkat akurasi pengamatan dan prakiraan dengan prosentase 100 persen, kalau kita mencapai 80 persen sampai 85 persen sudah baik," ungkapnya

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE