Atap Kura-Kura Gedung DPR/MPR
Sebagai sebuah kebijakan yang hanya dibuat- buat

Pembongkaran Kafe Bengawan Solo yang terletak di bagian depan Gedung Nusantara II dan Gedung Nusantara I untuk membersihkan praktek calo anggaran dinilai tidak efektif.

Koordinator Divisi Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi menyatakan suburnya praktek percaloan anggaran di DPR bukanlah disebabkan oleh keberadaan kafe tersebut.

Melainkan, lebih disebabkan oleh ketertutupan pembahasan anggaran di DPR.

"Biar pun tidak ada kafe tersebut kalau sistemnya masih tertutup, calo anggaran tetap saja merajalela," kata Uchok kepada wartawan Beritasatu.com di Jakarta hari ini.

Uchok sendiri menilai bahwa rencana pembongkaran Kafe Bengawan Solo sebagai sebuah kebijakan yang hanya dibuat- buat.

"Selama ini bukan hanya Kafe Bengawan Solo saja. Tempat makan di samping Komisi XI  juga jadi tempat calo anggaran. Disitu, ada ruang makan khusus anggota yang orang lain tidak boleh masuk, kalau tidak ada anggota DPR nya. Kalau DPR serius bongkar itu juga," kata Uchok.

Wakil Ketua DPR, Anis Matta, Jumat (24/2) menegaskan mereka akan membongkar Kafe Bengawan Solo.

Keberadaan kafe tersebut dinilai telah merusak wajah Gedung DPR.

Di hari yang sama Marzuki Alie, Ketua DPR menilai keputusan pembongkaran Kafe Bengawan Solo tepat.

Menurut dia tempat itu dianggap sebagai lokasi berkumpulnya para calo anggaran.
 

Penulis: