Bupati Subang Jadi Tersangka

Bupati Subang Jadi Tersangka
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang saat konferensi pers tentang Operasi Tangkap Tangan KPK di Gedung KPK, Jakarta, 12 April 2016. Dalam OTT yang dilakukan di Subang pada Senin (11/4), itu KPK telah menetapkan lima tersangka yakni Bupati Subang Ojang Suhandi, Mantan Kadis Kesehatan Subang Jajang Abdul Kholik yang menjadi terdakwa, istri Jajang, Lenih Marliani, Jaksa Pidana Khusus Kejati Jabar Devianti Rochaeni, Ketua Tim JPU Kejati Jabar yang menangani kasus Jajang dan Fahri Nurmallo terkait kasus dugaan suap rencana penuntutan dalam kasus penggelapan dana BPJS di Tipikor dan menyita uang sebesar Rp913juta. ( Foto: Antara/Hafidz Mubarak )
Fana Suparman / Anselmus Bata / AB Selasa, 12 April 2016 | 12:19 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Subang Ojang Sohandi sebagai tersangka dalam kasus suap terkait dugaan korupsi dana BPJS Kesehatan. Selain Ojang, KPK juga menetapkan empat tersangka lain dalam kasus tersebut. 

Hal tersebut disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, Selasa (12/4).

Ojang diduga memberikan suap kepada kepada Devianti Rochaeni Jaksa pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) dan Fahri Nurmallo, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar yang saat ini bertugas di Kejati Jawa Tengah.

Pemberian suap itu dilakukan Ojang bersama Lenih Marliani, istri dari Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang yang kini menjadi terdakwa korupsi dana BPJS Kabupaten Subang 2014 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jajang Abdul Kholik.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Ojang yang ditangkap tangan oleh Tim Satgas KPK pada Senin (11/4) kemarin diperiksa secara intensif selama 1x24 jam.

"Setelah 1x24 jam KPK melakukan gelar perkara dan memutuskan meningkatkan status ke penyidikan, dan menetapkan tersangka pemberi suap yakni, LM (Lenih Marliani), JAH (Jajang Abdul Kholik) dan OJS (Ojang Sohandi)," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4).

Ojang, Lenih, dan Jajang disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Selain itu terhadap OJS, Bupati Subang juga melanggar Pasal 12 B UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001," kata Agus.


Tak hanya itu, KPK juga menetapkan Deviyanti dan Fahri sebagai tersangka penerima suap. Kedua jaksa tersebut dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Jadi KPK menetapkan lima tersangka. Tiga tersangka di pihak pemberi, dan dua tersangka dari pihak penerima suap," katanya.

Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE