Ini Penyebab Macet Horor di "Brexit" Saat Arus Mudik

Ini Penyebab Macet Horor di
Antrean kendaraan mengular di tol Pejagan ke arah pintu keluar Brebes Timur, Brebes, Jawa Tengah, 1 Juli 2016. H-5 Lebaran pemudik mengalami kemacetan di jalan tol yang baru diresmikan tersebut hingga berjam-jam. ( Foto: Antara/Rosa Panggabean )
Carlos Roy Fajarta / JAS Sabtu, 9 Juli 2016 | 19:30 WIB

Brebes - Masyarakat yang hendak melakukan mudik ke kampung halamannya dalam arus mudik Idul Fitri 1437 H pekan lalu mengalami kemacetan parah hingga puluhan kilometer dan terjebak hingga berhari-hari di ruas Tol Pejagan-Brebes Timur.

Selain karena volume kendaraan yang sedang melonjak drastis karena semua pemudik menggunakan jalur tersebut, ada beragam faktor yang menyebabkan kemacetan hebat di Brebes Exit (Brexit) di Gerbang Tol Brebes Timur.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubunga‎n (Kemhub), Sugihardjo‎, mengatakan kemacetan di ruas tol Pejagan-Brebes Timur ‎menuju arah Tegal disebabkan tiga faktor utama, yakni:

1. Jumlah ribuan kendaraan yang melintas setiap jamnya di jalur tol Pejagan-Brebes Timur ‎tidak mampu di tampung oleh jalan arteri, sehingga kendaraan yang asalnya dari Cipali dan Pantura itu terjebak macet hingga berpuluh jam di satu titik.

2.‎ Banyak dari pemudik yang tidak disiplin dengan menyerobot antrian lajur menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sehingga lajur yang dapat digunakan satu lajur contra flow menjadi bertambah sehingga mengurangi lajur berlawanan dan membuat arus kendaraan semakin terkunci.

3. Petugas di lapangan terlambat melakukan pengalihan arus lalu lintas ke arah Brebes Timur sehingga terjadi stagnansi atau grid lock, sehingga kondisi lalu lintas macet total dan sulit diurai karena banyak pemudik yang juga sudah berhenti di pinggir jalan karena kelelahan menghadapi kemacetan.

"Oleh sebab itu, untuk pengendalian dan pengawasan rest area yang dilakukan petugas di ruas jalan arteri Brebes dan Gerbang Tol Brebes Timur maupun Barat harus dipastikan lancar dengan semakin memperbanyak jumlah petugas di lapangan," ujar Sugihardjo, Sabtu (9/7) sore di Pos Polisi Gerbang Tol Brebes Timur, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

‎Selain itu, keberadaan SPBU yang menjadi titik utama kemacetan, dikatakannya harus dibuat sekat dengan menggunakan traffic cone beserta pembatas tali sehingga tidak ada pemudik yang menyela antrean bensin‎.

"Pembelian bahan bakar di SPBU juga sudah kita arahkan agar tidak membeli berdasarkan volume liter yang membuat petugas harus memberikan uang kembalian, namun berdasarkan nominal pembelian dengan uang pecahan pas sehingga mempersingkat antrean di SPBU," katanya.

Lebih lanjut, Sugihardjo juga melakukan‎ pengecekan dan sosialisasi terkait aturan baru mengenai pembebasan biaya bagi pengguna jalan tol bila terjadi kemacetan total hingga lima kilometer di Gerbang Tol Palimanan.

"Tadi siang saya sudah pantau ke GT Cikarang Utama, malam ini tim kami juga memantau dan mensosialisasikan kepada operator jalan Tol Cipali-Palimanan beserta anggota PJR dan Lantas setempat untuk memastikan mereka mengetahui prosedur pembebasan biaya bila terjadi kemacetan parah," tandasnya.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE