Kemhub Setujui Pembangunan Bandara Internasional Purboyo Malang

Kemhub Setujui Pembangunan Bandara Internasional Purboyo Malang
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. ( Foto: Suara Pembaruan/Ruth Semiono )
Aries Sudiono / JAS Selasa, 12 Juli 2016 | 07:13 WIB

Malang - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemhub) hampir memastikan akan memulai pembangunan Bandara Internasional (baru) Purboyo, di wilayah Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Provinsi Jatim, tahun 2017 mendatang.

Bandara internasional yang diperkirakan akan dapat diwujudkan dalam kurun waktu dua tahun itu nantinya akan menggantikan peran Bandara Abdulrachman Saleh milik TNI AU yang ada di wilayah Pakis, Kabupaten Malang.

“Akibat terlalu dekat dengan dua gunung berapi aktif, yakni Gunung Bromo dan Gunung Semeru, maka aktivitas komersial Bandara Abdulrachman Saleh sering ditutup akibat terkena dampak semburan material vulkanik kedua gunung berapi tersebut,” ujar Menteri Perhubungan Ignatius Jonan menjawab pertanyaan wartawan ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Bus Purabaya, Surabaya, Senin (11/7) tadi malam.

Terakhir, bandara milik TNI-AU itu, Senin siang hingga Selasa (12/7) pagi harus ditutup karena landasan pacunya tertutup abu vulkanik G Bromo. Akibatnya, aktivitas penerbangan di bandara ini lumpuh.

Menurut Menhub, desain Bandara Purboyo Malang sudah ada. “Tahun depan sudah bisa dibangun. Untuk membangun Bandara Purboyo yang diproyeksikan dengan panjang landasan (runway) minimal 3.000 meter, setara dengan Bandara Internasional Juanda, Surabaya,” tandas Ignatius Jonan.

Jonan juga menambahkan, jika pembangunan Bandara Purboyo di Malang tersebut terealisasi, maka akan mampu menjangkau dan melayani setidaknya 11 kota dan kabupaten di Malang Raya dan sekitarnya. Daerah itu meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Kota Kediri serta Kabupaten Kediri.

Pada bagian lain Menhub menekankan, bahwa pembangunan bandara baru itu sudah masuk rencana bersama Pemprov Jatim yang sudah berkoordinasi dengan TNI AL sebagai institusi yang sebagian wilayah di Purboyo itu akan menempati lahan milik TNI AL.

“Rencana pembangunan Bandara Purboyo di Malang itu bukan wacana lagi. Namun demikian, setiap pembangunan bandara harus mendapat dukungan semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat setempat. Ya termasuk Bupati Malang, Gubernur Jatim, termasuk warga masyarakat setempat,” tandas Jonan.

Dia berharap jangan seperti keberhasilan pembangunan Bandara Pulau Bangka yang terminalnya saja memiliki luas sekitar 13.000 meter persegi, namun hingga saat ini bandara tersebut tidak dioperasikan karena akses jalan menuju bandara, bermasalah. Ini karenas masyarakat setempat tak mendukung sepenuhnya keberadaan fasilitas bandara.

“Kami berharap semua pembebasan lahan itu harus dibayar dengan benar. Sebab akan ada proses hukum yang harus ditanggung jika bermasalah. Ini tak boleh terjadi saat pembangunan Bandara Purboyo Malang nanti,” ujar Jonan.

Sementara itu Gubernur Jatim Sukarwo di tempat yang sama menyatakan, bahwa jika Pak Menhub sudah oke, ya (Bandara Purboyo itu) pasti bakal dibangun. “Semua sudah oke termasuk dengan TNI AL maupun Pemkab Malang,” ujar sosok yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Bandara Purboyo itu rencananya dibangun Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Hasil studi kelayakan telah menghasilkan detail engineering design (DED) bandara. Rencananya, panjang runway minimal 3.000 meter.

Bupati Malang Rendra Kresna yang dikonfirmasi, Selasa tadi pagi menyatakan siap mewujudkan keberadaan Bandara Internasional Purboyo guna menggantikan peran Bandara Abd Saleh yang menumpang di otoritas TNI AU yang sejak semula sepenuhnya untuk kepentingan hankam.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE