Ilustrasi
Distribusi BBM se-Jawa dikhawatirkan tersendat.

Ribuan sopir mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) se-Jawa menuntut peralihan manajemen dari PT Patra Niaga ke PT Pertamina Training dan Consulting tidak menghapus hak normatif dan mengubah status pekerjaan mereka. 

Ketua Umum DPP Paguyuban Solidaritas Crew Mobil Tangki PT Patra Niaga se-Jawa, Suharisman, menyampaikan hal itu seusai rapat tertutup  perwakilan Paguyuban Solidaritas Crew Mobil Tangki dengan  jajaran manajemen PT Patra Niaga dan PT Pertamina Training serta  Consulting di Depo Pertamina, Dawuan, Karawang, Senin (26/3).
 
Menurutnya, ribuan sopir mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak se-Jawa yang tergabung dalam Paguyuban Solidaritas Crew Mobil Tangki PT Patra Niaga se-Jawa pada dasarnya sepakat dengan peralihan dari PT Patra Niaga ke PT Pertamina Training dan Consulting (PKC), sebuah anak perusahaan Pertamina.
 
Akan tetapi, katanya, peralihan manajemen perusahaan itu jangan sampai menghapus hak normatif dan mengubah status mereka. 

Sementara saat ini, para sopir yang bertugas di Depo Pertamina Balongan, Dawuan, Merak dan Depo Pertamina Plumpang terancam berubah statusnya menjadi pekerja outsourcing (pekerja kontrak).

"Kami tidak mau outsourcing, karena akan menghapus hak normatif kami. Kami para sopir mobil tangki sudah bekerja dan membesarkan PT Patra Niaga. Jangan sampai peralihan manajemen itu mengubah hak normatif dan status kami," kata Suharisman.  

Dikatakannya, dalam rapat bersama jajaran manajemen PT Patra Niaga dan PT Pertamina Training dan Consulting, di Depo Pertamina, Dawuan, Karawang, DPP Paguyuban Solidaritas Crew Mobil Tangki PT Patra Niaga se-Jawa diwakili 50 orang pengurus. 

"Sebanyak 50 perwakilan DPP Paguyuban Solidaritas Crew Mobil Tangki PT Patra Niaga se-Jawa hadir dalam rapat dengar pendapat, mewakili seluruh anggota yang mencapai sekitar 3.000 orang," kata dia. 

Sebab, kata dia, manajemen Depo Pertamina Dawuan menginginkan agar pendistribusian BBM dari Depo Pertamina Dawuan dihentikan.

"Jadi bukan pihak sopir tangki BBM Depo Pertamina Dawuan yang berhenti mendistribusikan BBM ke SPBU."

Penulis:

Sumber:Antara