Jalur Puncak II Ditargetkan Selesai 2017

Sejumlah kendaraan bermotor terjebak antrean di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum'at (6/5). Pada hari kedua libur panjang akhir pekan kepadatan kendaraan dan kemacetan masih terjadi di jalur Puncak. Polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan melakukan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan (Antara/Yulius Satria)

Oleh: / YUD | Selasa, 22 November 2016 | 17:21 WIB

Cianjur - Pemkab Cianjur, Jabar, menargetkan pembangunan Jalur Puncak II yang membentang di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, sepanjang 22 kilometer akan selesai akhir tahun 2017.

"Tapi kalau dananya memadai seluruh pembangunan jalan milik kabupaten tersebut akan menjadi solusi kemacetan di Jalur Puncak yang selama ini banyak dikeluhkan. Pembangunannya betonisasi mulai dari perbatasan Bogor," kata Kepala Dinas Binamarga Cianjur, Atte Adha Kusdinan di Cianjur, Selasa (22/11).

Dia menjelaskan pondasi jalan dengan betonisasi dinilai kuat dan bertahan lama dibandingkan dengan pengaspalan."Rencananya awal tahun sudah dimulai, kami sudah melakukan pengecekan ke jalur Puncak II," katanya.

Dia menjelaskan, Jalur Puncak II akan membentang dari Kecamatan Babakan Madang (Sentul) Bogor hingga Cianjur dengan total panjang 58 kilometer, dengan lebar jalan bervariatif, mulai dari 10 sampai 30 meter.

Menurut dia, anggaran pembangunan jalan yang berstatus jalan Kabupaten tersebut akan diambil dari APBD dan bantuan anggaran Pemprop Jabar, meskipun dananya belum ditetapkan, namun sudah ada perkiraan berapa anggaran yang dihabiskan.

Saat ini tutur dia, sejumlah titik terdapat longsoran yang sudah mengikis sebagian badan jalan bahkan ambrol, namun untuk mengantisipasi adanya longsoran kembali setelah dibangun, pihaknya akan memperkuat kondisi tanah di jalur tersebut.

"Kita akan perkuat kontur tanah dan jembatan agar kedepan tidak ada lagi jalan ambrol dapat diminimalisir karena jalan tersebut nantinya akan dilalui kendaraan dengan tonase besar. Ini merupakan program Bupati Cianjur, sebagai jalur alternatif wisatawan," katanya.

Harapan Pemkab Cianjur, dengan dibukanya jalur tersebut, angka kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut dapat meningkat tajam karena selama ini Jalur Puncak selalu padat pada akhir pekan, sehingga wisatawan mengurungkan niat untuk mengunjungi tempat wisata di Cianjur.

"Harapan kami pembangunan jalur tersebut harus ditunjang Pemkab Bogor, kalau misalnya Pemkab Cianjur membangun tapi Bogor tidak ataupun sebaliknya, maka percuma. Makanya harus ada yang menyambungkan pemprov dan pusat," katanya.








Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT