Fahri Hamzah.

Gugatan Fahri Dimenangkan, PKS: Eksistensi Parpol Terancam

Fahri Hamzah. (Antara)

Jakarta – Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang memenangkan Fahri Hamzah dalam gugatannya terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan ancaman terhadap demokrasi dan eksistensi partai politik di Indonesia.

"Putusan tersebut mengakibatkan partai politik tidak dapat menegakkan aturan partai sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang merupakan pedoman partai politik menjalankan roda organisasi, termasuk memecat anggotanya melanggar AD/ART," kata penasihat Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Zainuddin Paru di Jakarta, Kamis (15/12).

Dia mengatakan, keputusan hakim juga telah mengesampingkan ketentuan UU No.2 tahun 2011 tentang partai politik yang telah mengatur secara khusus mengenai tata cara penyelesaian perselisihan internal partai politik.

Zainuddin menjelaskan, AD/ART PKS adalah produk hukum internal organisasi yang disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham). "Sehingga, apa pun keputusan organisasi yang didasarkan kepada AD/ART adalah sah menurut hukum positif di Indonesia," kata dia,

Dalam kesempatan itu, Zainuddin juga menyesalkan putusan majelis hakim yang tidak mempertimbangkan fakta-fakta persidangan. Dimana seluruh alasan gugatan Fahri Hamzah telah dijawab dan diluruskan saksi-saksi dan bukti-bukti yang diajukan oleh PKS.

Meski demikian, dia tetap menghormati keputusan Majelis Hakim PN Jaksel. Zainudin menegaskan akan menempuh upaya hukum banding untuk mendapatkan kepastian hukum. “Kami menyatakan banding atas putusan ini,” tandas Zainuddin.



Yustinus Paat/WBP

BeritaSatu.com