Produksi Kelapa Sawit Sumatera Selatan Merosot

Ilustrasi Kelapa Sawit (B1/Danung/B1/Danung)

Oleh: / JEM | Selasa, 20 Desember 2016 | 14:32 WIB

Palembang - Produksi kelapa sawit Provinsi Sumatera Selatan merosot hingga 40 persen pada 2016 jika dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan karena pengaruh bencana kebakaran hutan dan lahan pada 2015.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumsel Harry Hartanto mengatakan di Palembang, Selasa (20/12), penurunan itu berdampak pada ekspor produk turunannya yakni salah satunya crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah juga ikut menurun.

"Jika produksi kelapa sawit pada tahun ini mampu menyentuh angka 3 juta ton, itu sudah terbilang bagus. Padahal di tahun sebelumnya, produksi yang dihasilkan mampu mencapai angka 3,2 juta ton," kata dia.

Meski demikian, untuk tahun 2017 mendatang, pihaknya meyakini pemulihan kembali seiring dengan kondisi cuaca yang cukup baik sepanjang tahun ini.

Selain itu, tren harga CPO juga mulai positif sejak pertengahan tahun sehingga Gapki Sumsel berani mengusung target 3,3 juta ton pada 2017.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat nilai ekspor CPO dan turunannya hingga November 2016 sebesar 79,26 juta dolar AS atau menurun hampir 50 persen dari tahun 2015 lalu yang mencapai 155,94 juta dolar AS.

"Meski menurun namun CPO masih menjadi salah satu produk ekspor non migas terbesar dari Sumsel," kata Kepala BPS Sumsel Yos Rusdiansyah.

Ia menambahkan, nilai ekspor sumsel sejauh ini masih kecil jika mengacu pada produktivitas komoditas yang dihasilkan karena banyaknya pelaku ekspor yang melalui provinsi lain.

"Oleh karena itu, pemerintah setempat hendaknya dapat segera merealisasikan Pelabuhan Tanjung Api-Api. Dengan demikian dapat membantu meningkatkan nilai ekspor Sumsel," kata dia.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT