Tjahjo Kumolo.

Mendagri: Harus Tegas Bedakan Kawan dan Lawan Anti Pancasila

Tjahjo Kumolo. (Beritasatu TV)

Jakarta - Menanggapi berbagai masalah konflik horisontal yang berselubung kepentingan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) belakangan ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta masyarakat untuk bersikap tegas membedakan antara kawan dan lawan yang mengancam pluralisme bangsa.

Dalam wawancara dengan Beritasatu News Channel, tayang Sabtu (7/1), Tjahjo juga mengungkapkan keprihatinan bahwa banyak siswa SMP sekarang yang tidak hapal isi Pancasila.

"Kenapa ini? Anak-anak SMP aja banyak yang tidak hapal Pancasila. Memang bukan masalah hapalnya tapi bagaimana menghayati, tahu makna dari sila-sila itu," ujarnya.

"Negara kita ini adalah negara yang merdeka, negara kesatuan, negara gotong royong. Di dunia nggak ada yang seperti Indonesia ini, yang beragam suku agama."

"Setiap orang, setiap kelompok, setiap elemen masyarakat harus berani menentukan sikap siapa kawan siapa lawan. Kalau dia menentang Pancasila, mau membubarkan Pancasila, dia ingin merusak NKRI kita, ingin merusak kebinekaan kita, ingin mengganti UUD 45 khususnya pembukaan, saya kita kita harus berani menentukan sikap siapa kawan siapa lawan. Tegas!"

Tjahjo mengingatkan bahwa keberagaman adalah fondasi yang membentuk bangsa Indonesia, dan selama ini rakyat bisa hidup rukun terlepas dari perbedaan SARA di semua wilayah, dari Aceh sampai Papua.

"Paling enak itu hidup di negara kita ini. Konglomerat pun sampai orang yang tidak punya pun merasa nyaman hidup di negara kita. Saya bisa di Papua, saya bisa datang ke Aceh, bisa bergaul. Tidak melihat oh saya orang Jawa, kamu orang Aceh, kamu orang Papua, kamu orang Bali, tapi satu sebagai warga negara Indonesia," kata Tjahjo.



Heru Andriyanto/HA

BeritaSatu TV