Terindikasi Gunakan Narkoba, 2 Pilot Dibawa ke BNN Pusat

Ilustrasi penerbangan Indonesia. (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Oleh: Thresa Sandra Desfika / YUD | Rabu, 11 Januari 2017 | 20:49 WIB

Jakarta - Dua pilot maskapai Susi Air terindikasi menggunakan narkoba pada hari ini, Rabu (11/1). Pada pukul 10.00 WIB, BNNK Cilacap melakukan pemeriksaan urine kepada pilot maskapai Susi Air yang baru mendarat di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap dari Bandara Nusa Wiru dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan.

Dari pemeriksaan tersebut, dua personil pilot atas nama Bas Hellings dan David Eloy terindikasi positif menggunakan narkoba.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dua pilot tersebut kemudian dilarang untuk menerbangkan pesawat kembali. Pada pukul 15.08 WIB, dua pilot tersebut bersama petugas dari BNNK Cilacap diterbangkan menuju Jakarta untuk kemudian dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif di kantor pusat BNN.

Agoes menanggapi positif inisiatif maskapai penerbangan Susi Air, BNNK Cilacap, dan inspektur Otoritas Bandar Udara Wilayah 3 di Bandara Tunggul Wulung Cilacap yang membawa dua pilot tersebut ke kantor pusat BNN di Jakarta untuk pemeriksaan yang lebih intensif.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kerja sama antara Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait pemeriksaan pilot merupakan salah satu bentuk komitmen untuk penguatan keselamatan penerbangan dan pemberantasan penggunaan narkoba di bidang transportasi secara umum.

Komitmen tersebut akan dilaksanakan secara berkesinambungan sejalan dengan arahan dan instruksi Menteri Perhubungan terkait pemberantasan narkoba di bidang perhubungan.

Pilot yang terindikasi menggunakan narkoba tidak diperbolehkan menerbangkan pesawat hingga diketahui hasil pemeriksaan yang mendetail.

"Pilot yang pada deteksi awal oleh pihak yang berwenang terindikasi menggunakan narkoba dilarang menerbangkan pesawat. Pilot tersebut harus segera diperiksa secara intensif baik di Balai Kesehatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara maupun BNN," ujar Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemhub Agoes Soebagio melalui siaran pers, Rabu (11/1).

Menurut Agoes, pemeriksaan intensif tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah pilot yang bersangkutan benar-benar mengkonsumsi narkoba atau tidak. Pilot yang nantinya positif menggunakan narkoba, akan dikenakan sanksi yang berlaku.

 




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT