Nata Irawan Akan Dilantik Jadi Penjabat Gubernur Banten

Nata Irawan Akan Dilantik Jadi Penjabat Gubernur Banten
Gubernur Banten Rano Karno (kanan) memberikan surat Pelaksana Tugas Gubernur kepada Mendagri Tjahjo Kumolo (tengah) di Saksikan Plt Gubernur Banten Nata Irawan saat menghadiri Acara Peresmian Pelaksana Tugas Gubernur dan serah terima nota pengantar tugas Pilkada Serentak 2017 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, 26 Oktober 2016. Nata Irawan resmi menjabat sebagai Plt Gubernur Banten menggantikan Rano Karno seusai acara pelantikan serah terima. ( Foto: BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao )
Laurens Dami / JAS Sabtu, 21 Januari 2017 | 07:41 WIB

Serang – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Nata Irawan dipastikan akan dilantik menjadi pejabat sementara atau penjabat (Pj) gubernur hingga terpilihnya gubernur dan wakil gubernur Banten yang baru melalui Pilkada (Pilgub) Banten 15 Februari 2017 mendatang.

Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pengesahan Pemberhentian Rano Karno sebagai gubernur Banten dan pengangkatan pejabat sementara (Pjs) Gubernur Banten telah keluar dan diterima Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Banten Kusmayadi. “Infonya sudah saya terima, tapi surat keputusannya belum kami terima, sekarang masih di Kemendagri, SK akan diberikan setelah pelantikan,” ujar Kusmayadi ujar Kusmayadi, Jumat (20/1).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Keppres terkait pengangkatan Nata Irawan sebagai penjabat Gubernur Banten itu tertuang dalam Keppres Nomor B-44/Kemensetneg/D-3/AN.00.00/01/2017 yang dikeluarkan pada tanggal 16 Januari 2017.

Secara terpisah, Plt Gubernur Banten Nata Irawan mengaku belum mengetahui jika dirinya akan memimpin Provinsi Banten hingga terpilihnya gubernur Banten yang baru. Nata mengaku hingga hari ini belum menerima laporan dari Kemdagri.
“Saya belum tahu, terima kasih kalau memang saya. Saya berharap itu (pelantikan) cepat,” ujar Nata.

Ia menganggap hal tersebut biasa saja. Sebagai aparatur sipil negera (ASN), harus siap ditempatkan di mana pun. “PNS mah harus siap di mana pun,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE