Buruk rokok kretek Gudang Garam (ilustrasi)
Iklan rokok tidak boleh untuk membiayai sport satu sen pun.

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengakui pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah mengenai tembakau belum menjadi prioritas pemerintah.

”Kami sudah merencanakan, tapi terhalang karena fokus kemarin ke BBM (Bahan Bakar Minyak). Tapi akan kita bahas lagi,” ujar Agung dalam perbincangan dengan Beritasatu.com hari ini.

Saat ini, RPP turunan dari UU Kesehatan itu sudah pada tahap finalisasi dan ditargetkan disahkan tahun ini agar bisa diimplementasikan pada 2013. Agung mengatakan sudah ada satu pemahaman bersama antara dua pihak yang anti rokok dan pro rokok. Menurutnya, pemerintah menjamin tidak ada larangan bagi industri rokok untuk tetap berjalan di Indonesia.

”Tidak ada larangan merokok, tidak ada larangan orang menanam tembakau dan tidak ada larangan mendirikan pabrik kretek. Yang ada, (kami) mengatur agar anak-anak di bawah 18 tahun tidak boleh merokok,” ujarnya.

RPP tersebut akan dibahas tahap finalisasinya antara Kemenkokesra bersama Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Setelah selesai diketok, PP ini akan dilaporkan dalam Sidang Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kemudian akan menandatanganinya sebagai pengesahannya dan menjadi ketetapan pemerintah.

Agung menyebutkan di dalam RPP itu disebutkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi oleh industri rokok. Misalnya, mencatumkan peringatan rokok berupa gambar sampai 40 persen dari seluruh permukaan.

Namun ia mengakui banyak kompromi yang dilakukan dalam butir RPP. Ia mengatalkan prinsip pemerintah adalah jangan sampai ada kelompok masyarakat yang merasa diabaikan, semua aspirasi harus ditampung hingga ”everybody will be happy.”

Salah satu komprominya adalah pencantuman gambar peringatan di bungkus rokok. Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan pabrik rokok di Indonesia mengekspor ke Malaysia dan Singapura beserta gambar peringatan hingga 65 persen.

”Sama (peraturan) luar negeri patuh. Tapi untuk di sini kan untuk melindungi rakyat kita. Mau tidak mau,” ujarnya.

Di dalam RPP ini juga mengatur iklan rokok luar ruang yang bisa mencapai 72 meter persegi tapi tidak boleh ada wujud rokok di dalamnya.

Selain itu, iklan untuk kegiatan olahraga pun akan dilarang karena rokok dan isu kesehatan sangat terkait erat.

”Iklan rokok tidak boleh untuk membiayai sport satu sen pun. Tidak mungkinlah dari satu sisi, atlet tidak boleh merokok tapi yang membiayai pertandingannya (rokok) secara moral kurang pas,” ujarnya.

Penulis: