2017, Program Listrik Pedesaan PLN Bali Sasar 2.322 Pelanggan

2017, Program Listrik Pedesaan PLN Bali Sasar 2.322 Pelanggan
Jaringan listrik pedesaan di Bali. ( Foto: Euis Rita Hartati/ Investor Daily )
Euis Rita Hartati / HA Selasa, 21 Februari 2017 | 22:19 WIB

Bangli, Bali - PT PLN Distribusi Bali menargetkan program listrik pedesaan (lisdes) di wilayahnya mampu menyasar 2.322 pelanggan pada 2017.

Menurut Deputi Manajer Pengelolaan Lisdes PLN Distribusi Bali I Made Widiyasa saat meninjau program lisdes di Banjar Yoh, Desa Pengotan, Kabupaten Bangli, Bali, Selasa (21/2), untuk.merealisasikan program tersebut, pihaknya menyiapkan dana sendiri melalui anggaran PLN (APLN) sebesar Rp 57,7 miliar.

"Melalui program lisdes, kami akan membangun gardu distribusi 43 unit dengan kapasitas 3.460 kVA, jaringan tegangan rendah 152,94 kilometer sirkuit (kms), dan jaringan tegangan menengah 49,3 kms," katanya.

Menurut dia, program Lisdes merupakan salah satu upaya meningkatkan rasio elektrifikasi.

Tercatat pada akhir 2016, rasio elektrifikasi di Bali mencapai 92,21% . "Akhir 2017, ditargetkan menjadi 95-97%" katanya.

Untuk realisasi 2016, lanjut Widiyasa, program lisdes telah menyambungkan 2.568 pelanggan.

Sementara itu, realisasi dana Lisdes melalui APLN pada 2016 tercatat Rp 56,34 miliar yang digunakan membangun gardu distribusi 54 unit, jaringan tegangan rendah 199,54 kms, dan jaringan tegangan menengah 65,6 kms.

"Rasio elektrifikasi pada Desember 2016 mencapai 92,21% atau meningkat dibandingkan Januari 2016 sebesar 89,39%," ujarnya.

Saat ini, jumlah pelanggan PLN Bali mencapai 1,26 juta yang 1,02 juta di antaranya merupakan pelanggan rumah tangga.

Total daya mampu PLN Bali mencapai 1.263 MW dengan beban puncak 811 MW, sehingga terdapat surplus 452 MW.

Sementara itu, Kepala Desa Pengotan I Wayan Suardana mengatakan, pihaknya mendapat aliran listrik melalui program Lisdes PLN sejak Oktober 2016.

"Kami sudah cukup lama menunggu aliran listrik ini. Banyak manfaat yang diperoleh dari lisdes seperti menumbuhkan kegiatan usaha dan belajar-mengajar anak-anak," katanya.

Seorang pelanggan di Banjar Yoh, I Nyoman Cinta menambahkan, pihaknya mengeluarkan biaya listrik sekitar Rp 50.000 per bulan yang di antaranya untuk usaha kerajinan dan pompa air.

Saat ini, sudah sebanyak 91 warga Desa Pengotan sudah mendapat listrik dari program lisdes PLN tersebut.



Sumber: Investor Daily
CLOSE