Pertemuan Presiden dan Ketum Parpol Dinilai Penting

Presiden RI Joko Widodo (kiri), menerima Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, 9 Maret 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Hotman Siregar / PCN | Selasa, 14 Maret 2017 | 19:39 WIB

Jakarta- Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay mengatakan, pertemuan Presiden dengan ketua-ketua Umum parpol penting untuk dilakukan. Selain membicarakan dinamika sosial politik, pertemuan seperti itu diharapkan dapat membangun komunikasi dan sinergi. Dengan begitu, irama pemerintah dapat sejalan dengan irama yang ada di parlemen.

"Yang namanya silaturrahim dan komunikasi, hasilnya insya Allah baik. Kalau komunikasi buntu, sinergi juga bisa tersumbat. Ada banyak persoalan politik yang hanya diselesaikan dengan komunikasi,” kata Saleh Daulay, di Jakarta, Selasa (14/3).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu berharap pertemuan Presiden dengan tokoh parpol tidak hanya sekedar pertemuan simbolik. Sudah semestinya ada langkah konkrit dan tindak lanjutnya.

Langkah dan tindak lanjut itu juga sangat baik jika diketahui publik.

"Kalau masyarakat tahu apa yang dibicarakan, mereka bisa mengikuti progresnya. Masyarakat juga bisa memahami bahwa pertemuan yang ada bukan pertemuan simbolik yang berorientasi kepentingan politik semata. Ini bisa meningkatkan kepercayaan publik pada pemerintah dan partai-partai politik," katanya.

Dia mengakui, bahwa persoalan yang dihadapi pemerintah tidak mudah. Negara yang sangat besar dan luas tentu membutuhkan energi ekstra untuk mengurusnya.

Oleh karena itu, sambung dia, seluruh elemen masyarakat tentu dibutuhkan partisipasinya, termasuk tentu saja partai-partai politik.

"Semua parpol yang ada, ingin membantu pemerintah. Meskipun ada yang di luar pemerintahan, saya yakin mereka pun bersama dengan pemerintah dalam membangun masyarakat," tandasnya.






Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT