ilustrasi pilkada

Mega, SBY, dan Prabowo Diprediksi Kembali "Bertarung" di Pilgub Jabar

ilustrasi pilkada (Istimewa)

Jakarta - Tiga ketua umum parpol, yakni Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Prabowo Subianto, diperkirakan bakal "bertarung" dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018. Kondisi tersebut membuat Pilgub Jabar, seperti halnya Pilgub DKI Jakarta, merupakan "kelanjutan" pertarungan tiga parpol, yakni PDIP, Gerindra, dan Demokrat.

Pengamat politik dari Indopolling Network, Wemphy Hadir menilai Pilgub Jabar juga bakal terasa seperti Pemilihan Presiden dan Wapres (Pilpres) 2014, karena melibatkan tiga ketua umum parpol tersebut. 

"Saya melihat bahwa pertarungan Pilpres 2014 yang lalu akan menjadi gambaran pertarungan Pilgub Jabar 2018. Prabowo dan Jokowi masih menjadi primadona di mata publik Jabar. Tiga tokoh nasional pimpinan parpol juga akan berpengaruh, yakni Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Wemphy di Jakarta, Senin (20/3).

Wemphy memprediksi akan terjadi konsolidasi tingkat tinggi oleh parpol-parpol besar yang ingin memastikan mendapat dukungan mayoritas publik Jabar. Dibanding provinsi lain, Jabar sangat strategis karena memiliki jumlah pemilih terbanyak dalam pemilu.

"Bagi partai besar, menang dalam Pilgub Jabar adalah langkah awal untuk konsolidasi politik menjelang Pilpres 2019," tegasnya.

Jika melihat jumlah kursi di DPRD Jabar, lanjutnya, PDIP merupakan satu-satunya parpol yang bisa mengusung sendiri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Kenyataan tersebut membuat PDIP tidak akan terburu-buru menentukan bakal cagub dan cawagub, seperti saat mengusung Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki pada Pilgub Jabar 2013.

Sedangkan partai politik yang tidak memenuhi syarat 20 persen kursi parlemen akan melakukan manuver politik sedini mungkin, seperti yang dilakukan Nasdem dengan mengusung Ridwan Kamil.

Menurut Wemphy, Partai Gerindra yang memiliki 11 kursi di DPRD kemungkinan akan kembali berkoalisi dengan PKS yang memiliki 12 kursi.

"Kemesraan Gerindra dan PKS di Pilgub DKI Jakarta akan terjadi lagi di Jabar," ujarnya.

Sedangkan untuk Partai Demokrat, dia mengaku masih sulit menebak arah koalisi parpol tersebut dalam Pilgub Jabar.





Yustinus Paat/AB

BeritaSatu.com